Beredar Video Marah-marah dan Sebut Mensos Bodoh, Begini Penjelasan Bupati Alor

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Bupati Alor Amon Djobo ramai dibahas setelah videonya saat memarahi staf Kementerian Sosial (Kemensos) dan Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Aman Djobo pun angkat bicara terkait video viral itu.

Loading...

Dalam video berdurasi 3 menit 9 detik tersebut, staf Kemensos dimarahi bupati saat diterima di pendopo rumah jabatan bupati terkait bantuan dari Kemensos. Selain staf, bupati juga memarahi Mensos Tri Rismaharini secara tidak langsung. Peristiwa ini ternyata terjadi saat Badai Seroja melanda NTT, April kemarin.

“Jangan pakai politik-politik model begitu. Dia (Mensos) tidak tahu proses bantuan pola penanganan, teknis penanganan bantuan ini sampai di bawah. Mulutnya lebih cepat dari pikiran. Pejabat apa model begitu tuh? Menteri model apa itu menteri model begitu? Dia tidak pernah datang di awal kok,” kata Amon dalam video tersebut.

”Memangnya PKH itu DPR yang ngurus? Saya mau tanya dulu. Besok kamu pulang sudah. Besok saya bikin surat ke Presiden. Lho, dia pikir dia hebat. Dia tanam pohon saja tahu apa dia. PKH itu apa, itu program pusat. Betul tidak? Untuk keluarga harapan, miskin. Itu penanganannya di bawah pemerintah kok, bagaimana dia bilang DPR,” katanya.

Selain itu, Bupati Alor Amon Djobo masih melanjutkan memarahi staf Kemensos. Isinya hampir sama dengan yang dia sampaikan sebelumnya. Dia menyayangkan pembagian bantuan PKH yang tidak melewati pemda, tetapi lewat DPRD setempat.

“Kamu tidak menghargai orang pemerintah daerah yang bekerja,” kata Amon Djobo.

“Pejabat itu, pikir dulu baru omong. Sembarang, saya lempar kursi nanti. Kau di kementerian golongan berapa,” tanyanya. Setelah itu, dia menyebut staf Kemensos dan Mensos bodoh.

Bupati Alor yang ditemui membenarkan video tersebut. Peristiwanya terjadi sekitar April minggu kedua. Dia menyatakan, aksi saling maaf sudah dilakukan hingga kunjungan Mensos Tri Risma pascakejadian marah-marah kepada staf Kemensos tersebut.

“Persoalan itu sudah diselesaikan. Kami kan sudah minta maaf satu dengan yang lain,” kata Amon Djobo, Rabu (2/6/2021).

Amon Djobo meminta publik tidak hanya melihat video itu dari satu sisi sebab kemarahannya saat itu beralasan. Dia merasa tindakan Kemensos yang tidak melibatkan pemerintah daerah dalam pemberian bantuan kemanusiaan merupakan bentuk penghinaan.

“Jangan hanya ditanggapi yang bupati omong. Alur bantuan yang tidak melewati pemerintah daerah itu penghinaan buat pemerintah daerah,” katanya.

Dia juga menyayangkan viralnya video itu. Amon berencana mengambil langkah hukum terhadap penyebar video tersebut hingga viral di media sosial.

sumber: inews.id

Loading...

Komentar Facebook