Curhat Titiek Soeharto: Bapak Akan Sedih Lihat Utang Bangsa Ribuan Triliun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Putri Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menilai apabila masih hidup, ayahnya akan sedih apabila melihat keadaan bangsa Indonesia yang disebutnya mengalami sedikit kemunduran pada saat ini.
Hal itu ia sampaikan usai acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Soeharto ke-100 yang digelar di Masjid At-Tin, Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (8/6).

Loading...

“Saya rasa bapak sedih kalau lihat keadaan kita seperti saat ini. Jadi apa yang beliau bangun kok kelihatannya enggak maju, agak sedikit mundur,” kata Titiek.

Titiek menilai kondisi memprihatinkan itu terlihat dari utang negara yang kian menumpuk dari tahun ke tahun. Bahkan, kata dia, utang luar negeri Indonesia kini jauh melonjak dibandingkan waktu masa Orde Baru di mana Soeharto berkuasa.

“Utang yang awalnya berapa, sekarang sudah ribuan-ribuan triliun [rupiah],” tambah Titiek.

Terlepas dari itu, politikus Partai Berkarya itu berharap agar masyarakat bisa meneladani pelbagai kiprah dan kontribusi yang sudah disumbangkan Soeharto dan Istrinya, mendiang Tien Soeharto bagi Indonesia.

Menurutnya, sepanjang hidup Soeharto selalu berjuang untuk bangsa Indonesia dari jerat kemiskinan. Ia juga meminta masyarakat untuk senantiasa mendoakan mendiang Soeharto dan Tien Soeharto

“Setahu saya Pak Harto sepanjang hidupnya berjuang untuk bangsa ini. Agar terlepas dari kemiskinan dan kebodohan,” kata dia.

Sebagai catatan di akhir kekuasaannya pada 1998 silam, utang luar negeri Indonesia adalah Rp551,4 triliun. Sementara PDB saat itu di kisaran Rp955,6 triliun.

Sementara itu, per 21 Mei 2021, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$415,6 miliar pada akhir kuartal I 2021 atau sekitar Rp5.972,58 triliun (kurs Rp14.371 per dolar AS).

Posisi itu turun 0,4 persen dibandingkan posisi kuartal IV 2020, US$417,5 miliar. Kala itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi memastikan struktur utang Indonesia sehat yang tercermin dari rasio utang terhadap PDB yang terjaga di kisaran 39,1 persen, turun dari kuartal IV 2020 di kisaran 39,4 persen.

sumber: cnnindonesia.com

Loading...

Komentar Facebook