KNPI Tentang Pungli; Viralkan di Medsos

Masyarakat Juga Diajak Untuk Tidak Enggan Melaporkan Kejahatan Kepada Polisi dan Pemerintah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Belakangan ini, warga masyarkat khususnya di Sumatera Utara semakin berani untuk melawan praktik pungli di jalanan.  Bermodal kamera telepon genggam, banyak warga yang sudah mengungkap praktik pungli dan pemerasan. Hal tersebut mendapat perhatian dan apresiasi banyak kalangan. Salah satunya dari ketua KNPI Sumut, Samsir Pohan.

Loading...

Mengenai fenomena “memviralkan” pungli di media sosial, Samsir Pohan menilai bahwa masyarakat, khususnya warga kota semakin sadar, peduli dan berani.

“Kemauan dan keberanian warga masyarakat untuk mengungkap praktik pungli belakangan ini semakin marak. Itu sangat bagus. Peran-peran warga seperti itu sangat membantu kerja pemerintah dan kepolisian”, ujar Samsir (15/6).

Dia juga mengatakan agar masyarakat jangan takut untuk merekam tindak kejahatan di jalanan.

“Jangan takut untuk memvideokan tindakan kejahatan di jalanan, seperti pungli dan lainnya. Sekarang HP (telepon genggam) kan sudah canggih, rata-rata ada kameranya. Kalau ada pungli, rekam, laporkan, viralkan. Polisi kita juga makin canggih kok”, tegasnya.

Samsir juga mengingatkan agar tidak ada lagi oknum yang mengatasnamakan organisasi kepemudaan (OKP) untuk melakukan pungli.

“Jangan ada lagi OKP atau yang mengaku-ngaku dari OKP untuk pungli. Sudah  nggak jamannya lagi begitu. Masyarakat jangan ditakut-takuti, diancam-ancam. Kemarin baru ditangkap lagi itu kan. Padahal sudah kita ingatkan, ungkapnya.

Sebelumnya KNPI telah mengimbau organisasi kemahasiswaan dan pemuda (OKP) agar membantu pemerintah dan kepolisian untuk mendukung Medan bebas pungli.

“KNPI mengimbau kepada OKP dan masyarakat luas untuk turut proaktif dalam mendukung Medan Kota Bebas Pungli. Jangan sampai malah OKP yang mestinya menjadi teladan dan pengayom malah terlibat di dalamnya,” ucap Samsir seperti kutip media 18 Mei lalu. (*)

 

 

Loading...

Komentar Facebook