BULUNGAN-Hujan deras yang mengguyur wilayah Tanah Kuning, disertai dengan pasang air laut yang meningkat, menyebabkan banjir melanda sejumlah kawasan terutama di wilayah Tanjung Palas Timur. Kapolsek Tanah Kuning, AKP Rifandy Putra, menyatakan bahwa terdapat sebanyak 15 rumah yang terdampak banjir tersebut. Beruntung, banjir sudah mulai surut sehingga kondisi mulai membaik.
Fenomena banjir yang terjadi di Tanah Kuning merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor alam. Hujan deras yang terjadi selama beberapa jam berturut-turut menyebabkan aliran air tidak mampu meresap dengan cepat ke dalam tanah. Selain itu, pasang air laut yang tinggi memperparah kondisi drainase di daerah pesisir ini.
Wilayah pesisir seperti Tanah Kuning memang rentan mengalami banjir rob, apalagi jika terjadi hujan yang bersamaan dengan pasang tinggi air laut. Air laut yang naik masuk ke daratan menyebabkan genangan air dengan waktu evakuasi yang lebih lama, apalagi jika saluran air dan selokan tersumbat oleh sampah atau sedimentasi.
Sebanyak 15 rumah di Tanah Kuning di Rt 1 dan Rt 3 terdampak banjir, di mana sebagian besar rumah mengalami genangan air hingga setinggi lutut orang dewasa. Warga melaporkan kerusakan pada perabotan rumah serta gangguan aktivitas sehari-hari seperti pergi ke sekolah maupun bekerja. Meski banjir didominasi genangan air, sejumlah warga khawatir akan kemungkinan banjir susulan jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Selain itu, banjir juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Beberapa usaha kecil yang biasanya beroperasi di daerah tersebut, seperti warung makan dan kios penjual kebutuhan sehari-hari, mengaku mengalami kerugian akibat menurunnya jumlah pembeli selama banjir terjadi. Para petani dan nelayan di wilayah pesisir juga khawatir akan dampak banjir terhadap hasil panen dan alat tangkap ikan mereka.
Kapolsek Tanah Kuning, AKP Rifandy Purnayangkara bersama dengan tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan relawan lokal telah aktif melakukan pemantauan dan penanganan dampak banjir. AKP Rifandy menyampaikan bahwa pihaknya secara intensif memberikan bantuan evakuasi bagi warga yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Reporter: Bli Made





