Pejabat Polisi Sekitar 50 Persen Masih Bermasalah

Jumat, 26 September 2025

Publika-Penasihat tim reformasi Polri Komisaris Jenderal Dedy Prasetyo mengatakan polisi telah membuat asesmen internal. Hasilnya lebih dari 50% Kapolsek, Kapolres hingga Direktur di Polda masih unperfomed alias masih bermasalah.

“Ada temuan bahwa lebih dari 50% Kapolsek, Kapolres dan Direktur itu unperformed,” ujar pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menirukan ucapan Prasetyo dalam sesi rapat akselerasi transformasi Polri pada Rabu, 24 September 2025 yang ia hadiri. Rapat akselerasi diselenggarakan oleh tim reformasi bentukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di ruang rapat Pusdalsis Stamaops Polri, Lantai 5 Gedung Utama Mabes Polri.

Baca juga  Alami Penyekapan dan Penyiksaan Hendri Korban TOPO di Myanmar,  Keluarga Dimintai Tebusan Rp 500 Juta

Rapat berlangsung sekitar lima jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Adanya rapat tersebut juga telah dikonfirmasi Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko. Dalam rapat tersebut Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengundang sejumlah pihak eksternal, termasuk Bambang. Menurut Bambang ada sekitar 28 orang yang hadir dalam pertemuan tersebut. “Saya baru dapat Undangan Selasa malam”ujar dia.

Ia bercerita Kapolri Listyo Sigit juga hadir dalam agenda rapat akselerasi, meski hanya mengikuti pertemuan sekitar 30 menit. “Di sana pak Sigit menegaskan bahwa tim transformasi reformasi Polri buatan Kapolri bukan dibentuk sebagai tandingan tim reformasi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto. Tapi upaya quick respon apa yang dimau oleh pemerintah,” kata Bambang.

Baca juga  Jokowi Tak Bahas Kenaikan Gaji PNS di Pidato Nota Keuangan, Ini Alasannya

Sementara Komjen Dedy Prasetytyo yang merupakan Wakil Kapolri ikut dari awal hingga sesi berakhir. Rapat itu juga dihadiri Ketua Tim Reformasi Kepolisian Komjen Chrysnanda Deilaksana dan Wakil Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri Irjen Herry Rudolf Nahak. Dalam sesi pertemuan itu dipaparkan sejumlah

arah dan tujuan akselerasi transformasi Polri untuk periode 2025-2045. Antara lain dalam aspek penegakan hukum, intelijen, lalulintas, pemolisian masyarakat, Harkamtibmas, SDM dan teknologi atau logistik.

Baca juga  Made Aditya Wahyu Palguna,Putra Bali Peraih Adhi Makayasa Akmil 2024

Tim transformasi diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme penanganan unjuk rasa, meningkatkan kapasitas dan kompetensi personal, meningkatkan kualitas respon darurat 110, serta memulihkan kepercayaan publik kepada kepolisian.Dikutif tempo.

Termasuk perubahan kultur integritas serta penegakan hukum yang bersih dan transparan. Di pemaparan dokumen juga dijelaskan ada tiga hal yang akan jadi fokus perbaikan Polri. Yakni: pelayanan publik yang berkualitas dan tidak korupsi, perbaikan perilaku anggota serta pengawasan internal.

Bagikan:
Berita Terkait