Dinkes Bulungan Gelar Monev Kolaborasi Puskesmas dengan Klinik dan TPMD dalam Penanganan Kasus TB, DM dan HT

Rabu, 1 Oktober 2025

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan mengadakan kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kolaborasi Puskesmas dengan Klinik dan TPMD dalam Penanganan Kasus Tuberkulosis (TB), Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, drg Imam Sujono yang diikuti oleh segenap pegawai Dinkes, penanggung jawab klinik dan dokter praktek mandiri, yang terlaksana pada hari Rabu (1/10/2025).

“Saya mengucapkan selamat menjalankan kegitan kepada para peserta rapat, semoga berjalan lancar dan baik bagi penanggung jawab klinik dan kepala UPTD Puskesmas beserta staf agar dapat bekerja sama dengan baik, dan terlibat aktif selama kegiatan,” ucap Imam Sujono.

Dia menerangkan arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang tertuang dalam Permenkes 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024, yaitu “Meningkatkan dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan penekanan pada penguatan sistem pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi”.

Baca juga  Tim Karate Polda Kaltara Sabet 15 Medali di Kejuaraan Karate Terbuka Piala Pangdam VI/Mulawarman 2025

“Penguatan sistem pelayanan kesehatan dasar dapat diwujudkan antara lain melalui pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas, serta penguatan pemberdayaan,” paparnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, diperlukan penguatan tata kelola manajemen pelayanan dan kolaborasi publik swasta yang salah satu indikator keberhasilannya dinilai melalui persentase klinik pratama dan praktik mandiri dokter yang melakukan pelayanan program prioritas.

“Terjadinya pandemi COVID-I9 beberapa waktu yang lalu menyebabkan disrupsi layanan kesehatan dan belum tercapainya target-target prioritas nasional, target RPJMN, termasuk belum tercapainya target pemenuhan SPM bidang kesehatan kabupaten/kota tahun 2021, dimana dan standar pada SPM tidak ada satupun yang mencapai 100 persen dan yang tertinggi hanya mencapai 61,87 persen yaitu terkait pelayanan kesehatan ibu hamil menurut Pusdatin,” sebutnya.

Baca juga  Panen Jagung Desa Karang Agung Sukses Harapan Ekonomi  Bagi Petani Lokal

Untuk itu, Kementerian Kesehatan berkomitmen melakukan transformasi sistem kesehatan, yang terdiri dari enam pilar transformasi kesehatan yang harus dibangun bersamaan.

Salah satu pilar tersebut adalah transformasi layanan primer, merupakan pilar untuk penguatan layanan primer yang dilakukan melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, peningkatan kapasitas dan kapabilitas layanan implementasi integrasi pelayanan kesehatan antar FKTP.

Integrasi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang merespon kebutuhan individu dan masyarakat melalui pemberian program pelayanan kesehatan yang berkualitaskomprehensif mulai kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosis, pengobatan, dan penatalaksanaan penyakit, rehabilitasi, serta perawatan paliatif yang diberikanoleh tim multidisiplin yang bekerja secara bersama-sama dalam suatu wilayah.

Baca juga  Kapolda Kaltara Berikan Arahan Kepada Personel Polres Tarakan

“Sebagaimana sebelumnya kegiatan yang sudah kita laksanakan pada tahun 2024, yaitu pembentukan dan pembinaan kolaborasi puskesmas dengan dan TPMD dalam penemuan dan penangan kasus TB, DM, dan HT, pada hari ini sebagai lanjutan dari kegitan tersebut kita melakukan evalusi sebagai bentuk keseriusan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dalam penanganan penyakit TB, DM, dan HT,” tutur Imam.

Dia menyebutkan tujuan dilakukan kegiatan pertemuan Monev kolaborasi Puskesmas dengan Klinik dan TPMD dalam penanganan kasus TB, DM dan HT adalah untuk melihat progres capaian penemuan TBC, HT dan DM, termasuk penatalaksanaan penyakit tersebut secara terintegrasi.

Bagikan:
Berita Terkait