PUBLIKA, JEMBRANA – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Pengambengan, Jembrana, Bali diperkirakan dimulai awal tahun 2026. Tahapan tender internasional proyek senilai Rp 1,2 triliun masih berjalan dan menghasilkan 6 peserta kontraktor dari China dan Indonesia.
Kepala PPN Pengambengan, Kartono, Selasa (4/11/2025) mengatakan dari enam peserta yang lolos prakualifikasi masih menunggu proses selanjutnya hingga ditentukan pemenang tender. Pelabuhan ikan ini tergolong istimewa dari pelabuhan lainnya, pertama bertaraf internasional. Kedua, satu-satunya pembangunan pelabuhan yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). “Ini yang istimewa, karena itu kami tentunya mengharapkan dukungan dari semua pihak. Ketika pengembangan ini selesai akan menjadi pusat perikanan nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Jembrana, khususnya wilayah Pengambengan,” kata Kartono.
Pengembangan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam rangka mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang maju, berkelanjutan, dan menyejahterakan sesuai prinsip blue economi. Pembiayaan proyek dilakukan melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) berdasarkan Loan Agreement tanggal 8 Februari 2023 dalam kerangka Integrated Fishing Port and International Fish Market Project (IFP–IFM Phase I). Rencananya groundbreaking dilakukan pada awal Januari 2026 setelah penandatanganan kontrak tender selesai akhir Desember 2025.

Secara teknis, pengembangan PPN Pengambengan diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota serta peningkatan tata kelola sumber daya ikan yang berkelanjutan. Pelabuhan ini dirancang sebagai pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir (end to end process), meliputi praproduksi, produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan. Infrastruktur pelabuhan akan mencakup fasilitas penangkapan, sarana pendaratan ikan, dermaga, area docking, fasilitas pengolahan hasil, dan layanan publik bagi nelayan.
Secara keseluruhan, pengembangan daratan mencakup area seluas ±51 hektare yang terdiri atas 36 hektare bangunan dan ruang terbuka hijau serta 15 hektare infrastruktur pendukung. Sementara itu, fasilitas laut meliputi pembangunan breakwater, dermaga sepanjang ±2.783 meter, kolam pelabuhan, serta fasilitas navigasi dan penunjang lainnya.
Pengembangan kawasan pelabuhan dibagi ke dalam tiga zona utama, yaitu Zona A sebagai pusat administrasi dan pelayanan perkantoran, Zona B yang diperuntukkan bagi nelayan kapal kecil dan aktivitas bisnis pendukung, serta Zona C sebagai kawasan industri perikanan dan fasilitas dermaga kapal berukuran besar.
Pelaksanaan proyek ini juga memperhatikan sinergi dengan pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa, di mana peran PPN Pengambengan diarahkan untuk menampung kegiatan perikanan tangkap secara penuh. Pemindahan kapal perikanan dari Benoa ke Pengambengan direncanakan berlangsung secara bertahap mulai akhir tahun 2026 hingga awal 2028 setelah seluruh infrastruktur selesai dibangun. (RED)





