Polresta Bulungan Sosialisasi Sekolah Bebas Bullying

Jumat, 14 November 2025

BULUNGAN- SD Negeri 011 Tanjung Palas Timur, Desa Mangkupadi, menggelar sebuah kegiatan Pendidikan Keluarga (Pendikel) yang mengusung tema sangat penting, yakni “Berani Bersuara, Berani Melindungi! Ciptakan Bebas Bullying dan Pelecehan Seksual di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh YUNIANTO melalui humas Aipda Hadi Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari pihak kepolisian, yaitu P.S. Kasubnit Binkamsa, BRIPKA Bambang Prabowo, dan Banit Bhabinkamtibmas, BRIPDA Nandar Fauzy, yang aktif memberikan edukasi kepada para orang tua dan warga sekolah untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak Kamis 13/11/2025.

Pendidikan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan perilaku anak. Melalui kegiatan seperti Pendikel ini, diharapkan para orang tua dan wali murid dapat memahami peran vital mereka dalam mendukung pencegahan bullying dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Bullying dan pelecehan seksual adalah dua permasalahan serius yang jika tidak segera ditangani dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban, bahkan berisiko mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan ini, BRIPKA Bambang Prabowo dan BRIPDA Nandar Fauzy menyampaikan pentingnya peran serta semua elemen, termasuk guru, orang tua, dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. “Kita harus bergerak bersama untuk mencegah perbuatan bullying dan pelecehan seksual ini, jangan sampai anak-anak kita tumbuh dalam ketakutan atau trauma akibat peristiwa tersebut,” ungkap Bambang Prabowo.

Salah satu aspek utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran orang tua dan wali murid mengenai tanda-tanda bullying dan pelecehan seksual agar mereka dapat segera mengambil langkah cepat apabila menemui gejala tersebut pada anak-anak mereka. BRIPDA Nandar Fauzy menjelaskan berbagai cara pengamatan yang bisa dilakukan di rumah, seperti perubahan perilaku anak, sikap menarik diri dari lingkungan sosial, serta adanya luka fisik atau stres yang tidak biasa.

Baca juga  Tingkatkan Layanan, PDAM Bulungan Segera Bertransformasi ke Layanan Digital 

Selain itu, komunikasi terbuka antara anak dan orang tua juga menjadi kunci utama. Kegiatan ini mengajak para orang tua untuk menetapkan pola komunikasi yang aman dan nyaman bagi anak agar mereka tidak takut untuk menceritakan masalah yang dihadapi. “Anak-anak harus merasa bahwa orang tua adalah tempat pertama mereka berkeluh kesah dan meminta bantuan,” tambah Nandar Fauzy.

Kepala SD Negeri 011 Tanjung Palas Timur juga turut menyampaikan komitmen sekolah untuk menjadikan lingkungan belajar yang ramah dan aman bagi seluruh siswa. Sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk mengawasi dan mengelola interaksi antar siswa agar terhindar dari bullying. Implementasi program anti bullying, pelatihan bagi guru dalam mengenali dan menangani kasus pelecehan seksual, hingga penyediaan layanan konseling bagi siswa adalah beberapa langkah strategis yang tengah dijalankan.

Dalam kata sambutannya, kepala sekolah menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan keluarga untuk mewujudkan tujuan ini. “Tanpa dukungan orang tua, upaya sekolah tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi kehadiran dan antusiasme Bapak/Ibu wali murid dalam kegiatan hari ini,” ujarnya.

Baca juga  Polda Kaltara Gelar Upacara Penyambutan Bintara Remaja Lulusan Diktuk Gelombang II Tahun 2025

Keseluruhan acara tersebut berpusat pada pembentukan budaya “berani bersuara” dan “berani melindungi”. Budaya ini tidak hanya bertujuan agar anak-anak mau melapor jika mereka menjadi korban bullying atau pelecehan, tetapi juga agar semua warga sekolah dan masyarakat sekitar berperan aktif dalam menghentikan tindakan tersebut bila mengetahui adanya indikasi.

BRIPKA Bambang Prabowo menegaskan bahwa keberanian bersuara harus diiringi dengan keberanian bertindak melindungi, baik secara langsung maupun dengan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang. “Jangan sampai ada rasa takut yang menghambat kita dalam melindungi sesama, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, narasumber juga membagikan beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh orang tua dan sekolah untuk menghadapi dan mencegah bullying serta pelecehan seksual, di antaranya Pengawasan dan Pendampingan Anak

Orang tua diminta untuk selalu memperhatikan aktivitas anak, baik di rumah maupun di luar, termasuk saat berinteraksi dengan teman-temannya di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Karakter dan Etika

Sekolah bersama orang tua harus menerapkan pendidikan karakter yang menanamkan nilai saling menghormati, empati, dan kejujuran sejak usia.Sekolah diwajibkan menyediakan mekanisme pelaporan yang dapat menjamin kerahasiaan dan keamanan korban maupun pelapor.

Guru harus dibekali kemampuan deteksi dan penanganan kasus bullying dan pelecehan agar dapat memberikan respons cepat dan tepat.Sosialisasi dan Kampanye Berkelanjutan

Lakukan penyuluhan rutin baik di sekolah maupun masyarakat tentang bahaya bullying dan pelecehan seksual agar kesadaran terus meningkat.

Keterlibatan Polisi melalui BRIPKA Bambang Prabowo dan BRIPDA Nandar Fauzy dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian aparat keamanan terhadap perlindungan anak-anak. Polisi tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat demi menciptakan lingkungan yang sehat. Menurut mereka, adanya kerjasama sinergis antara polisi, sekolah, dan masyarakat menjadi pondasi kuat untuk mencegah terjadinya kasus bullying dan pelecehan seksual.

Baca juga  Sharing Info Job Fair, Kadistransnaker Bulungan Jadi Narsumber FGD Disabilitas Bekerja di Tarakan

Dalam rapat koordinasi dengan para tokoh masyarakat dan lembaga terkait, pihak kepolisian juga menawarkan program patroli rutin dan edukasi lanjutan di berbagai sekolah. Hal ini bertujuan agar kejadian seperti bullying dan pelecehan seksual dapat diminimalisir secara efektif.

Kegiatan Pendidikan Keluarga di SD Negeri 011 Tanjung Palas Timur ini memberikan gambaran jelas bagaimana sebuah komunitas sekolah dan keluarga dapat bersinergi dalam upaya melindungi anak-anak dari ancaman bullying dan pelecehan seksual. Dengan tema “Berani Bersuara, Berani Melindungi!”, pesan yang kuat tersampaikan bahwa keberanian bukan hanya milik korban, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menyuarakan perlindungan bagi generasi penerus bangsa.

Diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut untuk mengadakan program serupa, sehingga budaya bebas bullying dan pelecehan seksual dapat tersebar luas dan menjadi norma sosial di Indonesia. Dengan dukungan semua pihak – orang tua, guru, aparat keamanan, dan masyarakat – masa depan anak-anak akan lebih cerah, aman, dan penuh rasa percaya diri untuk menjalani kehidupan dan pendidikan mereka ujar Hadi.

Reporter: Bli Made

Bagikan:
Berita Terkait