BULUNGAN-Di era transformasi digital yang semakin pesat, Pemerintah Kabupaten Bulungan mengambil langkah strategis dengan menggiatkan literasi digital sebagai upaya mendorong masyarakat beralih ke sistem pembayaran non tunai. Hal ini sejalan dengan program nasional yang mengedepankan inklusi keuangan dan kemudahan akses transaksi digital demi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik.Rabu 24/12/2025.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pembayaran digital telah menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Penggunaan metode pembayaran seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), transfer bank, e-wallet, serta berbagai aplikasi digital lainnya memberikan kemudahan, keamanan, dan transparansi dalam proses transaksi.
Namun, di Kabupaten Bulungan, masih terdapat tantangan terkait pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru ini, terutama di kalangan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi ini dengan optimal dan aman.
Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui dinas terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan perbankan, penyedia layanan pembayaran digital, serta lembaga sosial masyarakat, merancang berbagai program literasi digital. Program-program tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pelajar, hingga aparat desa.
Pelatihan Penggunaan QRIS: Memberikan pemahaman cara scan, pembayaran, serta penggunaan QR Code dalam berbagai transaksi perdagangan dan pembayaran layanan publik.
Workshop dan Sosialisasi Transfer Digital Meliputi penggunaan mobile banking, internet banking, serta aplikasi keuangan lainnya yang dapat memudahkan masyarakat melakukan aktivitas keuangan tanpa harus menggunakan uang tunai secara langsung.
Penyuluhan tentang Keamanan Transaksi Digital: Agar masyarakat aman dari risiko penipuan, phishing, dan penyalahgunaan data saat bertransaksi secara digital.
Pembangunan Infrastruktur Pendukung: Mendorong pemasangan jaringan internet di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, sehingga akses digital menjadi merata dan masyarakat dapat terhubung dengan lebih baik.
Penggunaan pembayaran non tunai melalui QRIS dan metode digital lainnya berkontribusi besar terhadap percepatan arus transaksi ekonomi di Kabupaten Bulungan. Dengan pengadopsian pembayaran digital yang lebih luas, transaksi menjadi lebih transparan, mengurangi risiko kesalahan atau manipulasi uang tunai, serta menambah kecepatan aliran uang dalam sistem ekonomi.
Untuk pelaku UMKM, literasi digital memberikan nilai tambah berupa kemudahan menerima pembayaran dari pelanggan yang tidak selalu membawa uang tunai, serta memperluas pasar melalui transaksi online. Penggunaan QRIS memungkinkan UMKM mengikuti tren digital tanpa harus berinvestasi pada alat transaksi yang mahal.
Selain itu, pemerintah juga dapat menerima pembayaran pajak daerah, retribusi, dan berbagai layanan lainnya secara elektronik, sehingga menjadikan proses administrasi lebih sederhana dan akuntabel.
Tidak dapat dimungkiri, implementasi literasi digital menghadapi sejumlah tantangan, terutama di wilayah dengan tingkat kemampuan teknologi yang belum merata. Beberapa kendala yang dihadapi di antaranya Rendahnya tingkat pemahaman teknologi pada sebagian masyarakat usia lanjut, Keterbatasan akses internet di kawasan pelosok atau terpencil; Kekhawatiran masyarakat akan keamanan dan kerahasiaan data digital.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan mengambil beberapa langkah, Menyelenggarakan pelatihan dengan metode yang ramah pengguna, menggunakan bahasa lokal, dan pemberian materi secara langsung, Meningkatkan infrastruktur daring dengan menggandeng operator telekomunikasi untuk memperluas jaringan internet;
Menggandeng tokoh masyarakat dan pemuka adat untuk ikut mengedukasi masyarakat agar proses transisi digital lebih diterima, Melakukan kampanye edukasi secara massif di berbagai media serta menggunakan media sosial yang sudah banyak digunakan masyarakat.
Keberhasilan program literasi digital tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas masyarakat. Bank-bank nasional dan daerah, penyedia layanan fintech, serta organisasi masyarakat sipil bersinergi untuk menyebarluaskan pemahaman tentang pembayaran digital.
Sebagai contoh, perbankan menyediakan pelatihan teknis bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum mengenai penggunaan aplikasi keuangan digital, pembukaan rekening online, hingga pengelolaan keuangan digital dengan lebih sehat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha dan instansi pemerintah di Kabupaten Bulungan untuk menerapkan pembayaran digital sebagai alternatif utama pembayaran layanan publik dan bisnis.
Dengan meningkatnya literasi digital di Kabupaten Bulungan, diharapkan masyarakat semakin mandiri dalam mengelola keuangan dan melakukan transaksi yang efektif dan efisien. Hal ini juga mendukung terciptanya ekosistem digital yang sehat dan produktif, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, serta mempercepat transformasi digital dalam berbagai sektor.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen untuk terus mengembangkan program literasi digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global serta kebutuhan masyarakat lokal. Inovasi layanan digital diharapkan semakin berkembang, mendukung visi Kabupaten Bulungan sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan inklusif di era digital.
Literasi digital adalah kunci utama kesuksesan implementasi pembayaran non tunai melalui QRIS, transfer, dan berbagai metode digital lain di Kabupaten Bulungan. Melalui program edukasi yang komprehensif dan kolaboratif, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi digital secara merata. Dengan demikian, ekonomi digital di Bulungan dapat tumbuh, pelayanan publik menjadi lebih efektif, serta kesejahteraan masyarakat terus meningkat di masa depan.
I Made Wahyu Rahadia





