Natal Tahun 2025: Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga

Kamis, 25 Desember 2025

TANJUNG SELOR-Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru selamat dunia. Dalam Matius 1:21-24, kita membaca kisah tentang bagaimana Yusuf, seorang pria yang saleh, diberitahu oleh malaikat bahwa Maria, tunangannya, akan mengandung oleh Roh Kudus dan melahirkan seorang Anak laki-laki yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

“Dia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21)

Dalam pengantar khotbah ini, Pdt. Daud Maikamang menggaris bawahi pentingnya kehadiran Allah yang menyelamatkan dalam kehidupan keluarga umat-Nya. Natal bukan sekadar mengingat kelahiran Tuhan Yesus secara historis, tetapi juga merayakan kehadiran Allah yang nyata untuk menyelamatkan dan menguatkan keluarga sebagai unit fundamental dalam masyarakat.

Keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan sosial dan rohani. Dalam periode kelahiran Kristus, keluarga Yusuf dan Maria menghadapi tantangan besar, mulai dari stigma sosial hingga ketidakpastian masa depan. Meskipun demikian, ketaatan dan iman mereka kepada Allah menunjukkan bagaimana keluarga dapat berdiri kokoh walau dalam situasi sulit.

Pdt. Daud menyatakan bahwa Natal mengajarkan kita tentang keberanian dan kepercayaan dalam keluarga. Yusuf, sebagai kepala keluarga, memilih taat dan mengindahkan perintah Allah melalui malaikat. Dia menerima peran barunya dengan percaya bahwa Allah bekerja dalam rencana keselamatan. Sikap ini menjadi teladan bagi setiap kepala keluarga hari ini untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan iman dan kasih.

Baca juga  Sapi Bantuan Diduga Dijual Oknum Kades

Yesus Kristus lahir bukan hanya sebagai Juru selamat dunia secara umum, melainkan secara spesifik juga sebagai Juru selamat keluarga. Dalam dunia yang penuh tantangan, banyak keluarga mengalami perpecahan, konflik, dan krisis. Namun, kehadiran Kristus membawa harapan baru, kekuatan, dan pemulihan.

Natal adalah pengingat bahwa Allah menghendaki keluarga yang dipenuhi dengan kasih, pengertian, dan pengampunan. Melalui Injil, kita diajarkan untuk saling mengasihi dan menghormati satu sama lain, serta untuk selalu mengandalkan pertolongan Allah dalam menghadapi masalah keluarga.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Kasih Allah yang besar ini juga menyentuh keluarga, mengajak mereka untuk hidup dalam kasih yang sama, menjadi saksi hidup dari keselamatan yang dibawa Yesus.

Pdt. Daud mengajak jemaat untuk menguatkan iman sebagai pondasi keluarga. Banyak permasalahan keluarga yang muncul disebabkan oleh melemahnya fondasi iman dan komunikasi. Dengan menempatkan Allah sebagai pusat rumah tangga, keluarga akan mampu menghadapi tantangan sekalipun.

Dalam Natal, kita belajar bagaimana Yusuf dan Maria tidak hanya percaya pada pesan malaikat, tetapi juga meyakini rencana Allah lewat segala situasi yang mereka hadapi. Mereka menjadi teladan iman dalam menjalankan peran mereka sebagai orang tua.

Baca juga  Gelar Forum Satu Daerah Daerah, Wujudkan Tata Kelola Terpadu Kaltara

Bagi keluarga Kristen masa kini, kunci untuk menyelamatkan dan memelihara keluarga adalah hidup berakar pada firman Tuhan, berdoa bersama, dan saling menguatkan dalam kasih Kristus. Hal ini sejalan dengan ayat dalam Mazmur 127:1,

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang membangunnya.” Kelahiran Yesus membawa makna pengorbanan dan keselamatan. Kristus lahir untuk menebus dosa manusia, menawarkan hidup yang baru dan kekal. Keselamatan ini bukan hanya untuk individu, tetapi juga untuk seluruh keluarga yang percaya kepada-Nya.

Di tengah era modern ini, keluarga mengalami tekanan dari luar seperti fenomena disintegrasi keluarga, moralitas yang menurun, serta tantangan ekonomi. Natal mengingatkan kita bahwa pengorbanan Kristus menjadi sumber kekuatan dan pengharapan bagi setiap keluarga yang percaya.

Seperti Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya untuk keselamatan, keluarga pun dipanggil untuk menghidupi nilai kasih, pengorbanan, dan pengampunan satu sama lain. Dengan demikian, perayaan Natal menjadi momentum refleksi dan pembaruan komitmen untuk melibatkan Kristus dalam setiap aspek kehidupan keluarga.

Dalam pengajaran Pdt. Daud, kita diajak memaknai Natal bukan sebatas tradisi, melainkan sebagai momen transformasi kehidupan keluarga. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan diantaranya.

Keluarga perlu mengedepankan komunikasi yang sehat dan kasih yang tulus. Dengan sikap terbuka, berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan bijaksana sekaligus mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Saat Natal menjadi waktu berkumpul dan berbagi kasih, hendaknya bukan hanya momen sesaat, tetapi menjadi kebiasaan untuk menghidupi nilai-nilai kekeluargaan Kristiani sepanjang tahun.

Baca juga  Kapolda Kaltara Tekankan Keterbukaan Informasi Publik

Mengadakan keluarga doa, membaca Alkitab bersama, dan ikut serta dalam pelayanan gereja menjadi cara yang efektif untuk menumbuhkan iman dan memperkuat ikatan keluarga.

Keluarga yang dipenuhi kasih Kristus akan menjadi terang di lingkungan sekitar. Natal membawa pesan bahwa keluarga Kristen memiliki tanggung jawab sosial untuk memancarkan kasih dan damai Allah kepada sesama.

Khotbah Natal 2025 di GKPI Jemaat Lahai Roi Tanjung Selor mengajak kita meyakini bahwa Allah hadir nyata di tengah keluarga kita. Kehadiran ini bukan hanya sebuah kenangan sejarah melainkan realitas yang terus menyertai hidup dan keluarga kita.

Yesus lahir untuk menyelamatkan bukan hanya manusia secara pribadi, tetapi juga menyelamatkan dan menguatkan keluarga. Melalui iman, kasih, dan pengorbanan Kristus, kita diajak untuk membangun keluarga yang kokoh, damai, dan penuh sukacita.

Marilah kita menyambut Natal tahun ini dengan hati yang terbuka untuk menerima kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga kita, menjadikan keluarga kita sebagai tempat yang penuh kasih, pengampunan, dan damai sejahtera. Melalui keluarga yang kuat dan beriman, kita akan melihat karya keselamatan Allah yang luar biasa dalam kehidupan kita dan masyarakat di sekitar kita.

Selamat Natal 2025 Tuhan memberkati keluarga kita semua.

Reporter: I Made Wahyu Rahadia 

Bagikan:
Berita Terkait