Kapolda Kaltara Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Siapkan Operasi Ketupat Kayan 2026 Jelang Idul Fitri

Selasa, 10 Maret 2026

TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H / 2026 yang digelar di Rupatama Polda Kaltara, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, TNI, Basarnas, Densus 88 AT Polri, BMKG, Jasa Raharja, KSOP, Bandara Juata Tarakan, Pertamina, BPBD, Satpol PP, serta para kepala OPD dan Pejabat Utama Polda Kaltara.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi lintas instansi guna memastikan pengamanan perayaan Idul Fitri di Kalimantan Utara dapat berjalan aman dan lancar.

“Rapat koordinasi lintas sektoral ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memantapkan koordinasi serta menyinergikan langkah-langkah strategis antar instansi dalam menentukan pola pengamanan yang efektif,” ujar Kapolda.

Menurutnya, momentum Idul Fitri selalu diikuti dengan peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat, mulai dari arus mudik dan arus balik, kegiatan keagamaan, hingga lonjakan aktivitas di pusat perbelanjaan dan tempat wisata.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, gangguan kamtibmas hingga potensi kenaikan harga bahan pokok.

Untuk itu, Polda Kaltara bersama TNI dan instansi terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat Kayan 2026 sebagai langkah strategis menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

Dalam operasi tersebut, terdapat beberapa prioritas pengamanan, di antaranya Kelancaran arus mudik dan arus balik melalui pengaturan lalu lintas dan penempatan pos pengamanan. Pengamanan kegiatan keagamaan, termasuk malam takbiran dan salat Idul Fitri. Antisipasi kejahatan konvensional seperti curanmor, curas, curat dan penipuan.

Menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan Bulog.Pengamanan objek wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat.

Kapolda juga menyoroti karakteristik wilayah Kalimantan Utara yang sangat bergantung pada transportasi laut. Oleh karena itu, pengamanan pelabuhan, pemeriksaan kelayakan kapal serta pengawasan kapasitas penumpang akan menjadi fokus penting selama operasi.

Selain itu, dalam rakor tersebut juga dibahas isu geopolitik global yang memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi kelangkaan BBM.

Kapolda menegaskan pentingnya informasi yang akurat agar masyarakat tidak terpengaruh isu yang dapat memicu panic buying.

“Kita akan mendengarkan paparan dari pihak Pertamina terkait kondisi pasokan dan distribusi BBM di wilayah Kalimantan Utara, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan Idul Fitri sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak.Kapolda pun mengajak seluruh stakeholder untuk terus memperkuat koordinasi demi mewujudkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kalimantan Utara yang aman, tertib dan kondusif Pungkasnya. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait