Polda Kaltara Gandeng UBT, Luncurkan Pusat Studi Kepolisian di Tarakan

Minggu, 12 April 2026


TARAKAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus peluncuran Pusat Studi Kepolisian, Minggu (12/4/2026).


Kegiatan yang digelar di Kota Tarakan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., bersama jajaran pimpinan Universitas Borneo Tarakan serta unsur mahasiswa.


Dari pihak kampus, turut hadir Wakil Rektor bidang Akademik Dr. Heppi Iromo, Wakil Rektor Umum dan Keuangan Dr. Etty Wahyuni MS, serta Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Kerja Sama Rukisah Saleh, Ph.D. Selain itu, sejumlah dekan fakultas juga tampak menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Dekan Fakultas Hukum Dr. Syafruddin dan Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo.


Tak hanya itu, perwakilan mahasiswa juga dilibatkan, seperti Presiden BEM UBT Muhammad Ariandy Fahreza dan Ketua BEM Fakultas Hukum Mhd. Al Hafis.


Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, pembentukan Pusat Studi Kepolisian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat institusi berbasis pengetahuan.


Menurutnya, pusat studi tersebut akan menjadi wadah kolaborasi antara praktisi kepolisian dengan akademisi dalam melakukan kajian, penelitian, hingga merumuskan solusi atas berbagai persoalan di daerah.


“Saya berharap, Pusat Studi Kepolisian ini dapat menjadi pusat pemikiran dan pengembangan solusi di daerah, yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan kebijakan yang tepat dalam menjawab tantangan kamtibmas ke depan,” ujarnya.


Ia menambahkan, kerja sama berbasis riset ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri agar lebih ilmiah dan responsif terhadap perkembangan zaman.


Dengan adanya sinergi antara Polda Kaltara dan UBT, diharapkan berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Utara dapat ditangani secara lebih komprehensif berbasis kajian ilmiah. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait