TANJUNG SELOR, – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg Imam Sujono Kepada Media Publika mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus yang ditularkan melalui tikus.
Menurutnya, hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat memicu dua penyakit serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan berpotensi fatal, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan dapat menyebabkan perdarahan.
“Penyakit ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan tikus yang membawa virus,” ujarnya.
Imam menjelaskan, manusia dapat tertular hantavirus melalui beberapa cara, di antaranya menghirup udara yang telah terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus yang membawa virus.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut.
Dalam kasus tertentu, penularan juga dapat terjadi melalui gigitan tikus, meski hal tersebut tergolong jarang, Gejala Hantavirus umumnya muncul dalam kurun waktu satu hingga lima minggu setelah terpapar. Gejala awal yang sering dirasakan meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah.
Pada kasus HPS, penderita dapat mengalami sesak napas, sementara pada HFRS dapat muncul gangguan ginjal hingga perdarahan, Dinas Kesehatan Bulungan meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar terbebas dari tikus.
Warga juga diimbau menutup makanan dengan baik, menghindari kontak langsung dengan kotoran maupun bangkai tikus, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berisiko terkontaminasi.
drg Imam menegaskan, hantavirus umumnya tidak mudah menular antar manusia, kecuali pada jenis tertentu yang sangat jarang terjadi.
“Jika mengalami gejala setelah terpapar lingkungan berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tutupnya. (MD)





