TARAKAN – Dukungan Polres Tarakan terhadap program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan intensif kepada kelompok tani binaan. Salah satunya dilakukan dengan monitoring perkembangan tanaman jagung pipil milik Kelompok Tani (Poktani) Flora Fauna yang berlokasi di RT 21, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara.
Kegiatan monitoring dilaksanakan personel Polsek Tarakan Utara pada Selasa (9/6/2026) dengan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman sekaligus memastikan proses perawatan berjalan sesuai kebutuhan.
Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung yang ditanam pada 9 Mei 2026 berkembang dengan baik. Memasuki usia tanam sekitar 30 hari, tanaman telah mencapai tinggi rata-rata sekitar 70 sentimeter dan berada dalam kondisi sehat.
Selain melakukan pengecekan, petugas juga meninjau upaya perawatan yang telah dilakukan kelompok tani, mulai dari pemupukan menggunakan pupuk organik dan pupuk Poska, pengendalian gulma, hingga penyemprotan hama untuk menjaga kualitas pertumbuhan tanaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program tersebut, Polres Tarakan turut menyerahkan bantuan tiga karung pupuk Mutiara dan 10 karung dolomit guna membantu meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas tanaman.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik melalui Kasi Humas IPTU Rusli mengatakan keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Ketahanan pangan merupakan program yang membutuhkan dukungan semua pihak. Polres Tarakan berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok tani binaan agar mampu meningkatkan hasil produksi pertanian dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar IPTU Rusli.
Kepala Satuan Tugas Ketahanan Pangan Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol. Warsono, mengatakan pendampingan yang dilakukan jajaran kepolisian terhadap kelompok tani merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
“Melalui pendampingan, monitoring, dan bantuan sarana pertanian yang diberikan, kami berharap produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Menurut dia, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kalimantan Utara.
Perkembangan tanaman yang baik menjadi gambaran bahwa kerja sama antara petani dan pendamping lapangan berjalan secara optimal.
“Kami berharap tanaman jagung ini dapat menghasilkan panen yang maksimal. Keberhasilan kelompok tani binaan tentunya akan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kota Tarakan,” kata IPTU Rusli.
Melalui monitoring rutin dan bantuan sarana pertanian yang diberikan, Polres Tarakan berharap program ketahanan pangan dapat terus berkembang serta memperkuat ketersediaan pangan di daerah. (*)





