Naik Pangkat Jadi Iptu di Hari Bhayangkara ke-80, Perwira Ayu Asal Situbondo Ini Harumkan Nama Indonesia Lewat Misi Perdamaian PBB di Afrika

Rabu, 1 Juli 2026

PUBLIKA.CO.ID – Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Iptu Gia Iftita Saviera, S.Tr.K. Perwira Polisi Wanita (Polwan) asal Situbondo, Jawa Timur, ini menerima kenaikan pangkat dari Inspektur Polisi Dua (Ipda) menjadi Inspektur Polisi Satu (Iptu) saat sedang menjalankan tugas negara sebagai personel Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Republik Afrika Tengah (Central African Republic).

Kenaikan pangkat tersebut menjadi hadiah istimewa di tengah pengabdiannya sebagai anggota Detasemen 53 Arkana Satria Dharma, kontingen Polri yang bertugas mendukung misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB.

Kepada media Publika, Iptu Gia mengaku bersyukur atas amanah yang diterimanya. Baginya, kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas, tetapi juga menjadi tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara, termasuk dalam menjalankan misi internasional.

Perjalanan karier Iptu Gia terbilang cemerlang. Perempuan kelahiran Situbondo, Jawa Timur, pada 14 Maret 1998 itu merupakan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2018 yang dilantik menjadi perwira pada tahun 2022.

 Selama menempuh pendidikan di Akpol Semarang, ia berhasil meraih peringkat ke-34 dari 293 taruna dan taruni angkatan ke-53, sebuah prestasi yang menunjukkan dedikasi dan kemampuan akademiknya.

Usai dilantik sebagai perwira Polri, Gia mengawali penugasan di Polda Kalimantan Utara sebagai Perwira Administrasi (Pamin) Direktorat Samapta. Setelah sekitar enam bulan bertugas, ia mendapat kepercayaan bertugas di Polresta Bulungan sebagai Kanit V Harda Satreskrim.

Kariernya terus menanjak. Tak berselang lama, Gia dipercaya memimpin Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bulungan. Saat itu, ia menjadi salah satu kepala unit termuda di jajaran Polda Kalimantan Utara.

Selama menangani Unit PPA, Gia dikenal aktif menangani berbagai perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.

Seiring perjalanan kariernya, Gia kemudian mendapat penugasan di Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Nunukan. Pengalaman di berbagai bidang tersebut menjadi bekal sebelum akhirnya terpilih mengikuti misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kini, ia menjalankan tugas di Bangui, Republik Afrika Tengah, sebagai bagian dari Detasemen 53 Arkana Satria Dharma. Penugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan Polri kepada personel terbaik untuk membawa nama Indonesia dalam mendukung stabilitas keamanan dan perdamaian dunia.

Di tengah tugasnya di benua Afrika, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen penuh makna. Kenaikan pangkat menjadi Iptu menjadi simbol penghargaan atas dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian yang telah ditunjukkannya sejak menjadi taruni hingga dipercaya bertugas di tingkat internasional.

Kisah Iptu Gia menjadi inspirasi bahwa kerja keras, disiplin, dan integritas mampu membawa seorang polisi muda mengemban amanah besar, tidak hanya melayani masyarakat di tanah air, tetapi juga mewakili Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dengan pangkat baru yang kini disandangnya, Iptu Gia berharap dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia melalui misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.(MD)

Bagikan:
Berita Terkait