PUBLIKA BULUNGAN – Ada suasana berbeda saat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abady menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri di Sekretariat PP Polri Cabang Bulungan, Jalan Jelarai Raya Gang Haji Raju, Tanjung Selor, Kamis, 2 Juli 2026.
Kegiatan itu menjadi salah satu momen terakhir Djati bersama keluarga besar Polri dan para purnawirawan di Kalimantan Utara sebelum mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto melalui prosesi serah terima jabatan di Markas Besar Polri.
Di hadapan para purnawirawan, warakawuri, jajaran Forkopimda, serta Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang yang juga merupakan sesepuh PP Polri, Djati menyampaikan pesan yang sarat makna. Menurutnya, seorang Bhayangkara tidak pernah benar-benar berhenti mengabdi meski telah memasuki masa pensiun.
“Masa purna tugas bukan akhir pengabdian. Para purnawirawan masih memiliki peran melalui pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri yang masih aktif,” ujarnya.
Ucapan itu terasa seolah menjadi refleksi perjalanan pengabdiannya sendiri menjelang berakhirnya tugas di Bumi Benuanta. Selama memimpin Polda Kalimantan Utara, Djati dikenal aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia menegaskan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “Polri untuk Masyarakat” harus terus hidup, baik di kalangan personel aktif maupun para purnawirawan. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa tidak dibatasi oleh jabatan ataupun pangkat.
Menutup sambutannya, Djati mengajak seluruh anggota Polri untuk tetap menghormati para senior dan menjaga tali silaturahmi dengan para purnawirawan. Baginya, pengalaman dan keteladanan para pendahulu merupakan warisan berharga yang harus diteruskan demi menghadirkan Polri yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.
Tepuk tangan yang mengiringi akhir sambutan menjadi penutup hangat sebuah pertemuan, sekaligus menandai berakhirnya satu babak pengabdian Irjen Pol. Djati Wiyoto Abady di Kalimantan Utara sebelum estafet kepemimpinan beralih kepada penerusnya. (MD)





