Baintelkam Polri Turun ke Kaltara, Personel Intelijen Ditempa Makin Tajam Baca Situasi

Selasa, 15 September 2026

PUBLIKA KALTARA – Di balik berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat, ada satu fungsi kepolisian yang dituntut mampu membaca situasi bahkan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Kemampuan mendeteksi potensi gangguan, mengumpulkan informasi, melakukan analisis hingga memberikan peringatan dini menjadi bagian penting dalam mendukung tugas kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Karena itu, peningkatan kemampuan personel intelijen terus dilakukan.

Jajaran Ditintelkam Polda Kalimantan Utara bersama personel intelijen Polres/Polresta jajaran mengikuti kegiatan Pembinaan Fungsi Teknis Intelijen Tahun Anggaran 2026 sekaligus Supervisi Baintelkam Polri, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Ballroom Hotel Pangeran Khar, Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Suasana kegiatan menjadi lebih serius karena pembinaan tersebut turut dihadiri Tim Supervisi Baintelkam Polri yang dipimpin Kombes Pol Surisman, S.I.K., M.H.

Turut hadir Direktur Intelkam Polda Kaltara kombes Pol.Dwi Wahyudi, para Kasubdit dan perwira Ditintelkam, para Kasat Intelkam, serta personel intelijen dari jajaran Polres/Polresta Polda Kaltara.

Bagi personel intelijen, pembinaan tersebut bukan sekadar agenda rutin, Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus menyamakan pemahaman mengenai fungsi teknis intelijen.

Terlebih Kalimantan Utara memiliki karakteristik wilayah yang terus berkembang, dengan berbagai dinamika sosial, pemerintahan, kebencanaan hingga kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian dan kemampuan membaca situasi secara tepat.

Menariknya, materi pembinaan tidak hanya diberikan oleh internal kepolisian, Polda Kaltara menghadirkan sejumlah instansi yang memiliki data dan informasi penting terkait kondisi wilayah.

BPBD Provinsi Kaltara, BMKG Kelas III Tanjung Harapan Kabupaten Bulungan dan Kesbangpol Provinsi Kaltara turut memberikan materi kepada para peserta, Kehadiran BPBD menjadi penting untuk memberikan gambaran mengenai potensi serta perkembangan kebencanaan di wilayah Kaltara.

Sementara informasi dari BMKG memberikan pemahaman mengenai kondisi cuaca dan iklim yang dapat menjadi salah satu faktor dalam berbagai situasi di lapangan.

Sedangkan Kesbangpol memberikan perspektif mengenai perkembangan sosial dan dinamika masyarakat serta kondisi yang perlu menjadi perhatian bersama.

Informasi dari berbagai sektor tersebut kemudian menjadi bagian dari wawasan personel intelijen dalam melihat suatu persoalan secara lebih utuh.

Sebab, tugas intelijen bukan hanya mengetahui apa yang sedang terjadi, Lebih dari itu, personel dituntut mampu melihat kemungkinan apa yang akan terjadi setelahnya.

Dari informasi yang diperoleh, dilakukan pengolahan dan analisis sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil langkah yang tepat.

Selanjutnya, Direktur Intelkam Polda Kaltara memberikan sambutan sekaligus membuka secara simbolis kegiatan Pembinaan Fungsi Teknis Intelijen Tahun Anggaran 2026.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan amanat dan arahan dari Tim Supervisi Baintelkam Polri, Salah satu rangkaian yang turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pengambilan ikrar sumpah personel sandi.

Setelah itu, para peserta mengikuti sesi foto bersama sebelum memasuki agenda utama berupa penyampaian materi.

Materi disampaikan secara bergantian oleh BPBD Provinsi Kaltara, BMKG Kelas III Tanjung Harapan Kabupaten Bulungan dan Kesbangpol Provinsi Kaltara, Pembinaan juga dilanjutkan dengan penyampaian materi serta arahan dari Ps. Kabag Analisis Ditintelkam Polda Kaltara.

Seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi personel dalam menjalankan fungsi intelijen, Bagi kepolisian, kemampuan deteksi dini menjadi salah satu kunci penting.

Semakin cepat sebuah potensi gangguan teridentifikasi, semakin besar pula peluang untuk melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang dan berdampak lebih luas kepada masyarakat.

Melalui supervisi dan pembinaan tersebut, personel intelijen Polda Kaltara dan jajaran diharapkan semakin profesional dalam menjalankan tugas.

Tidak hanya cepat mendapatkan informasi, tetapi juga mampu memastikan informasi tersebut akurat, mengolahnya secara objektif dan menyajikan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, fungsi intelijen diharapkan mampu terus menjadi salah satu mata dan telinga kepolisian dalam membaca perkembangan situasi keamanan di Kalimantan Utara.

Kegiatan Pembinaan Fungsi Teknis Intelijen Tahun Anggaran 2026 tersebut kemudian ditutup setelah seluruh materi dan arahan selesai diberikan.

Reporter: Bli Made

Bagikan:
Berita Terkait