Publika Bulungan-Pdt. Oktovianthinno ESRWA, RO, S.Th Gereja GPSI El Bethel Tanjung Selor Tema: Jangan Menunda Pengampunan: Ketaatan Hari Ini Ayat Pokok: Efesus 4:26-27 (TB)
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis, Bahaya Menunda Pengampunan, Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang memilih menunda pengampunan ketika dirinya disakiti.
Ada yang merasa bahwa tidak mengampuni merupakan bentuk pertahanan diri. Ada pula yang menganggap menyimpan kemarahan adalah cara untuk memberikan pelajaran kepada orang yang telah melakukan kesalahan.
Pengampunan bukan sesuatu yang seharusnya terus-menerus ditunda. Ketika kita memilih menyimpan kemarahan, sesungguhnya bukan hanya hubungan kita dengan orang lain yang terdampak, tetapi hati dan kehidupan rohani kita sendiri, Karena itu, pengampunan bukan sekadar persoalan perasaan. Pengampunan merupakan bagian dari ketaatan kepada Tuhan.
Dalam Matius 6:12, 14-15, Yesus mengajarkan tentang pentingnya mengampuni melalui Doa Bapa Kami, Yesus berkata bahwa ketika kita memohon pengampunan kepada Tuhan, kita juga dipanggil untuk memberikan pengampunan kepada orang lain.
“Sebab jika kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapa di surga juga akan mengampuni kamu, Firman ini mengingatkan bahwa orang percaya tidak dipanggil untuk hidup dengan terus membawa luka, dendam, dan kepahitan.
Menunda pengampunan berarti membiarkan luka tetap terbuka kita mungkin berkata, “Nanti kalau sudah tenang saya akan mengampuni, Atau, “Saya akan mengampuni kalau dia meminta maaf terlebih dahulu, Tetapi firman Tuhan mengajarkan agar kita tidak menjadikan pengampunan sebagai sesuatu yang harus menunggu keadaan menjadi sempurna.
Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan seseorang. Mengampuni juga bukan berarti melupakan begitu saja apa yang telah terjadi, Pengampunan adalah keputusan untuk tidak membiarkan kesalahan orang lain terus menguasai hati kita, Jangan Beri Kesempatan kepada Iblis Efesus 4:26-27 memberikan peringatan yang sangat jelas.
“Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis, Kemarahan yang dibiarkan terlalu lama dapat berubah menjadi kepahitan, Awalnya mungkin hanya rasa kecewa, Kemudian berubah menjadi sakit hati.
Jika terus dipelihara, sakit hati dapat berkembang menjadi kebencian, dendam, bahkan merusak hubungan dengan orang-orang di sekitar kita, Karena itu, Paulus mengingatkan agar kemarahan tidak diberi ruang untuk menguasai kehidupan kita.
Ketika seseorang terus menyimpan kesalahan orang lain di dalam hatinya, yang terluka bukan hanya hubungan dengan orang tersebut.
Damai sejahtera dalam dirinya pun dapat terganggu, Hubungan keluarga bisa renggang. Persahabatan bisa hancur. Bahkan kehidupan rohani dapat menjadi dingin karena hati dipenuhi kemarahan.
Itulah sebabnya firman Tuhan berkata, “jangan beri kesempatan kepada Iblis Jangan biarkan kemarahan menjadi pintu masuk bagi kepahitan.
Ketaatan Tidak Perlu Ditunda Sering kali kita menunggu perasaan kita berubah sebelum memilih mengampuni, Padahal, ketaatan kepada Tuhan tidak selalu dimulai dari perasaan.
Kadang-kadang kita harus mengambil keputusan terlebih dahulu, kemudian Tuhan memulihkan hati kita dalam prosesnya, Hari ini mungkin ada seseorang yang masih kita ingat karena kesalahannya.
Mungkin ada perkataan yang belum bisa kita lupakan Mungkin ada perlakuan yang sampai sekarang masih menyakitkan, Firman Tuhan mengajak kita untuk tidak terus hidup di dalam luka tersebut Jangan menunda pengampunan, Bukan karena kesalahan orang itu kecil Bukan karena apa yang dilakukan kepada kita tidak menyakitkan.
Tetapi karena kita memilih untuk taat kepada Tuhan dan tidak membiarkan kepahitan menguasai kehidupan kita, Mengampuni adalah melepaskan hak untuk terus membalas, Mengampuni adalah menyerahkan perkara kepada Tuhan, Mengampuni adalah memilih damai sejahtera daripada terus memelihara kemarahan Pengampunan Dimulai Hari Ini
Mungkin kita tidak dapat mengubah apa yang sudah terjadi, Kita juga tidak dapat memaksa orang lain berubah atau meminta maaf Namun, kita dapat memilih bagaimana hati kita merespons keadaan tersebut.
Hari ini, Tuhan mengingatkan kita Jangan menunggu besok untuk melakukan ketaatan yang bisa dilakukan hari ini Jika ada kemarahan, lepaskan, Jika ada kepahitan, serahkan kepada Tuhan Jika ada orang yang harus diampuni, ambillah keputusan untuk mengampuni, Sebab ketika kita mengampuni, kita tidak sedang mengatakan bahwa kesalahan itu benar.
Kita sedang mengatakan bahwa kasih karunia Tuhan lebih besar daripada luka yang kita simpan, Jangan biarkan matahari terbenam bersama kemarahan, Jangan beri kesempatan kepada Iblis, Dan jangan menunda pengampunan Ketaatan itu dimulai hari ini.





