PUBLIKA – Jangan sampai api yang sempat padam kembali menyala, Kekhawatiran itu yang membuat 32 personel gabungan dari 11 instansi turun menyisir wilayah Betayau hingga perbatasan Pimping, Kamis (24/9/2026).
Kapolsek Sesayap Hilir Ipda Edi Saputra, Patroli pencegahan dan pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dimulai sejak pukul 07.30 WITA dengan titik kumpul di Kantor KPH Tana Tidung, Ada dua lokasi yang menjadi perhatian khusus dalam patroli tersebut Keduanya merupakan titik yang sebelumnya telah mengalami kebakaran lahan.
Personel gabungan langsung melakukan pengecekan kondisi lahan pascakebakaran. Petugas memastikan kondisi di lokasi dan memantau kemungkinan masih adanya titik api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Tak hanya melihat kondisi lahan, tim juga mengecek Indeks Kualitas Udara (IKU) di sekitar lokasi bekas kebakaran, Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan setelah terjadinya kebakaran sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan.

Patroli kemudian dilanjutkan menyusuri jalur menuju Betayau hingga perbatasan Pimping, Sepanjang perjalanan, personel turut memantau kondisi lingkungan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Sebanyak 11 unsur terlibat dalam kegiatan tersebut. Mulai dari Polri, Polisi Kehutanan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan, BPBD, Posramil, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman hingga Pemadam Kebakaran.
Dari unsur Polri, patroli diikuti Bripda Asman dari Polsek Sesayap Hilir, Patroli gabungan ini menjadi langkah antisipasi agar lahan yang pernah terbakar tidak kembali menjadi sumber kebakaran dan api tidak meluas ke wilayah lain. (Bli Made)





