PUBLIKA TANJUNG SELOR – Nasib kurang beruntung dialami seorang petani jagung di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Petani bernama Jamaludin mengalami gagal panen pada lahan jagung miliknya di kawasan Jalan Punas, Tanjung Selor Hulu, Lahan seluas kurang lebih 1 hektare tersebut ditanami jagung jenis Asa sejak Juni 2026.
Namun, ketika memasuki masa panen yang diperkirakan pada Oktober 2026, hasil tanaman jagung tersebut justru jauh dari harapan, Dari lahan sekitar 1 hektare itu, hasil yang diperoleh hanya sekitar 50 kilogram jagung.
Kondisi tersebut tercatat dalam laporan pemantauan Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas, Brigpol Rifqi Guruh Syah Putra Dalam laporan tersebut disebutkan lahan yang ditanami jagung mengalami gagal panen Tidak disebutkan secara rinci penyebab gagal panen dalam laporan tersebut.
Namun, kondisi ini menjadi perhatian karena luas lahan yang mencapai sekitar 1 hektare hanya menghasilkan sekitar 50 kilogram jagung Padahal, tanaman jagung tersebut telah ditanam sejak Juni 2026 dan diproyeksikan memasuki masa panen pada Oktober.
Kasus gagal panen tersebut menjadi gambaran tantangan yang masih dihadapi petani dalam mengelola tanaman pangan, terutama ketika hasil produksi tidak sebanding dengan luas lahan yang digarap.
Data terkait penyebab pasti gagal panen, apakah dipengaruhi cuaca, kondisi lahan, serangan hama maupun faktor lainnya, masih memerlukan pendataan lebih lanjut.





