PUBLIKA BULUNGAN – Perkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kamis (5/11/2026).
Ps Kasi humas Aipda hadi. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Ruhui Rahayu mulai pukul 09.00 WITA tersebut dilaksanakan melalui Daops Manggala Agni Kalimantan XIII/Sangkima.
Pembentukan MPA ini menjadi salah satu langkah memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tingkat desa.
Kepala Daops Manggala Agni, Bambang Supriyadi, S.Hut., hadir bersama Camat Tanjung Palas Utara yang diwakili Wahyu Basuki, S.IP., Kapolsek Tanjung Palas Utara Ipda Gunandar Yulianto, Danramil Tanjung Palas Utara yang diwakili Babinsa Sertu Imam Masengut, serta perwakilan Kepala Desa Ruhui Rahayu, Raswanto.
Sejumlah anggota Masyarakat Peduli Api juga mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta pembentukan kelompok.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan laporan panitia.
Selanjutnya, Kepala Daops Manggala Agni Bambang Supriyadi menyampaikan sambutan, dilanjutkan sambutan Camat yang diwakili Wahyu Basuki sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembentukan MPA.
Acara juga diisi dengan penyerahan atribut peserta secara simbolis dan gladi pembentukan Masyarakat Peduli Api.
Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, dan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting membangun sinergi menghadapi ancaman karhutla.
Melalui pembentukan MPA, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang ikut merasakan dampak kebakaran, tetapi juga tampil sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran, melakukan pencegahan dini, serta membantu penanganan awal sesuai kemampuan dan prosedur keselamatan.
Sebab, mencegah karhutla bukan hanya tugas petugas pemadam. Kesadaran dan kepedulian masyarakat desa menjadi kunci menjaga hutan dan lingkungan dari ancaman api.





