TANJUNG SELOR – Momentum peringatan Hari Lahir Bung Karno yang diperingati setiap tanggal 6 Juni menjadi kesempatan penting bagi seluruh elemen bangsa untuk mengenang sekaligus meneladani pemikiran dan perjuangan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Semangat nasionalisme, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat yang diwariskan Bung Karno dinilai tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di era modern saat ini.
Anggota DPRD Kabupaten Bulungan, Abdul Halim Perkasa, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Bung Karno sebagai momentum memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Menurutnya, Bung Karno bukan hanya sosok pemimpin yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga seorang negarawan yang meletakkan dasar-dasar kebangsaan melalui Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa.
“Bung Karno mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam proses pembangunan daerah,” ujar Abdul Halim Perkasa.
Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini memerlukan semangat kebersamaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Bung Karno. Dengan persatuan yang kuat, masyarakat dapat menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun pembangunan dengan lebih baik.
Abdul Halim Perkasa juga menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa perlu terus ditanamkan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap memiliki komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan negara.
“Generasi muda adalah penerus estafet perjuangan bangsa. Mereka harus memahami sejarah, menghargai jasa para pahlawan, serta memiliki semangat untuk berkarya dan berinovasi demi kemajuan Kabupaten Bulungan dan Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno merupakan modal utama dalam menciptakan stabilitas sosial dan mempercepat pembangunan daerah.
Dalam konteks pembangunan Kabupaten Bulungan, Abdul Halim Perkasa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi tersebut diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama,” ungkapnya.
Ia juga berharap peringatan Hari Lahir Bung Karno tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menghadirkan refleksi mendalam mengenai tanggung jawab seluruh warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengisi kemerdekaan melalui karya nyata.
Menurutnya, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk penghormatan terbaik terhadap jasa dan perjuangan Bung Karno. Sikap saling menghormati, menjunjung tinggi gotong royong, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok harus terus diperkuat.
Di akhir pernyataannya, Abdul Halim Perkasa mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan untuk menjadikan Hari Lahir Bung Karno sebagai momentum membangkitkan optimisme dan semangat kebangsaan demi mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Semangat perjuangan Bung Karno harus terus menjadi inspirasi bagi kita semua. Mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan bekerja untuk kemajuan Kabupaten Bulungan serta Indonesia yang lebih baik. Seperti pesan Bung Karno, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jas Merah), karena dari sejarah kita belajar untuk membangun masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya.





