TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk memangkas waktu distribusi logistik yang panjang terus dimatangkan.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto.,S.Pi.,M.Si, jajaran kepala OPD, Ketua DPRD Bulungan, serta manajemen PT PKN.
Melihat secara langsung kondisi pelabuhan Jetty milik PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) di Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, guna menjajaki potensi kerja sama pengembangan dermaga pelabuhan barang, pada Rabu (11/2/26).
Dalam kunjungan lapangan tersebut, bupati mengatakan dari kawasan yang sebelumnya menjadi dermaga bongkar muat barang PT PKN, untuk menuju Tarakan hanya memakan waktu sekitar satu jam dengan speedboat bermesin 40 PK.
Sedangkan, jika menggunakan armada dengan mesin yang lebih besar, estimasi waktu tempuh bisa dipangkas hingga tersisa 30 menit saja.
Potensi inilah yang ditangkap Bupati sebagai peluang besar untuk mempercepat arus barang.
Bupati Syarwani mengungkapkan, Pemkab Bulungan sangat serius menggarap potensi ini.
Sebagai bukti, tahun ini pemkab telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penyusunan master plan serta Detail Engineering Design (DED) pembangunan pelabuhan bongkar muat barang di kawasan bekas dermaga bongkar muat milik PT PKN.
”Lahan yang disiapkan kurang lebih seluas 25 hektar. Desain pelabuhannya direncanakan sederhana namun tetap efektif. Salah satu poin utamanya adalah ketersediaan area lapangan kontainer,” ujar Syarwani di sela-sela peninjauan.
Menurut Syarwani, keberadaan lapangan kontainer tersebut sangat vital untuk mendukung distribusi barang menuju pusat kota Tanjung Selor maupun wilayah Bulungan secara keseluruhan.
Langkah ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang bagi efisiensi arus barang di Kabupaten Bulungan.
Ia menegaskan jika pembangunan pelabuhan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan logistik daerah dan menekan disperitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Dengan adanya fasilitas bongkar muat yang mumpuni di Desa Kelubir, ketergantungan pada jalur yang lebih jauh bisa diminimalisasi.
“Kita ingin pelabuhan ini fokus pada efektivitas bongkar muat barang. Tujuannya jelas, agar distribusi kebutuhan masyarakat dan arus logistik ke Bulungan bisa lebih cepat, efisien, dan terintegrasi,” tegasnya, optimis.
Jika terealisasi, pelabuhan ini diharapkan menjadi simpul ekonomi baru yang menghidupkan kawasan Tanjung Palas Utara sekaligus menekan biaya logistik di Bumi Tenguyun.(DKIP_Bulungan)





