PUBLIKA MALINAU-Bripka Rudi adalah seorang anggota Polri yang saat ini bertugas sebagai Bhabinkamtibmas untuk Desa Long Sule dan Desa Long Pipa di wilayah Polsek Kayan Hulu, Polres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Sebagai Bhabinkamtibmas, Bripka Rudi memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membina hubungan yang harmonis antara masyarakat dan kepolisian di wilayah yang termasuk daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Sebagai Polisi Bina Desa (Bhabinkamtibmas), Bripka Rudi berfokus pada pengawasan, pencegahan dini, dan penanganan langsung masalah keamanan di tingkat desa. Wilayah tugasnya yang meliputi Desa Long Sule dan Long Pipa berada di kawasan pedalaman tapal batas antara Indonesia dan Malaysia, sehingga menghadirkan tantangan tersendiri, seperti keterbatasan akses dan potensi konflik sosial maupun lintas negara.
Bripka Rudi bekerja secara aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang hukum dan keamanan, membantu penyelesaian masalah di tingkat komunitas, serta menjadi perpanjangan tangan Polri untuk membangun rasa aman dan damai di daerah perbatasan. Ia juga berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara aparat pemerintah, kepolisian, dan dibutuhkan masyarakat adat setempat.
Pada tahun 2025, Bripka Rudi menerima penghargaan prestisius “Hoegeng Corner” dalam kategori Polisi Tapal Batas Perbatasan Indonesia-Malaysia di Pedalaman. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, dan profesionalisme Bripka Rudi dalam mengemban tugas di wilayah perbatasan yang penuh dinamika serta tantangan.
Hoegeng Corner sendiri adalah sebuah penghargaan yang dinamai berdasarkan Brigjen Pol. Hoegeng Imam Santoso, salah satu tokoh kepolisian Indonesia yang dikenal jujur dan berdedikasi tinggi. Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi petugas kepolisian yang telah memberikan performa terbaiknya dalam menegakkan keamanan dan ketertiban, khususnya di daerah-daerah yang rawan konflik dan sulit akses.
Wilayah kerja Bripka Rudi yang merupakan tapal batas Indonesia-Malaysia di pedalaman memiliki karakteristik geografis yang unik dan sulit dijangkau. Kondisi ini memerlukan ketangguhan fisik dan mental yang tinggi. Berbagai isu yang kerap muncul bisa berupa pelanggaran batas negara, penyelundupan barang, konflik antar masyarakat adat, dan potensi gangguan keamanan lain yang memerlukan pendekatan khusus dan komunikasi efektif.
Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana pendukung di wilayah ini masih terbatas, sehingga Bripka Rudi harus bisa bekerja dengan sumber daya yang minimal namun tetap maksimal dalam memberikan pengayoman dan perlindungan.

Kepedulian dan komitmen Bripka Rudi terhadap tugasnya dalam menjaga keamanan desa-desa binaan sangat diapresiasi oleh masyarakat lokal maupun pimpinan kepolisian. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, bersahabat, dan selalu siap hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan beragam permasalahan sosial dan hukum.
Penghargaan Hoegeng Corner 2025 merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tinggi Bripka Rudi, yang tidak hanya bertugas sebagai penjaga keamanan semata, tetapi juga sebagai mitra warga dalam membangun kehidupan yang tentram dan harmonis.
Bripka Rudi adalah contoh teladan Anggota Polri yang berperan strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya di Desa Long Sule dan Long Pipa, Kayan Hulu, Malinau. Dengan berbagai tantangan yang ada, dedikasi dan keuletannya mendapatkan pengakuan melalui penghargaan Hoegeng Corner 2025.
Semoga Anggota Polri sepert Bripka Rudi dapat menginspirasi personel kepolisian lain dan masyarakat luas untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan menjaga kebersamaan demi keamanan negara dan kelangsungan hidup masyarakat di daerah perbatasan.
Reporter Publika: I Made Wahyu Rahadia





