PUBLIKA TANJUNG SELOR – Puluhan tahun berdagang ayam kampung membuat Herman (55) hafal betul bagaimana geliat pasar di Tanjung Selor dari waktu ke waktu. Rabu 7-10-2026. Pagi.
Sejak tahun 2000, Herman sudah menggantungkan hidup dari berjualan ayam kampung. Ia mengawali usahanya dari Pasar Inpres, saat Kabupaten Bulungan masih dipimpin Bupati Anang Dahlan.
Kini, setelah lebih dari dua dekade menjalani profesi tersebut, Herman berjualan di Pasar Induk Tanjung Selor.
Namun, kondisi pasar yang dirasakannya saat ini jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Herman mengaku, selama sekitar lima bulan berjualan di Pasar Induk Tanjung Selor, pembeli ayam kampung sangat sepi.Dalam sehari, ayam yang terjual terkadang hanya sekitar lima hingga delapan ekor.
“Sekarang sepi sekali. Kadang sehari cuma laku lima sampai delapan ekor,” ujar Herman.
Kondisi tersebut membuat pedagang harus lebih bersabar menunggu pembeli datang Kepada Media Publika.
Padahal, ayam kampung yang dijual Herman bukan sekadar dijajakan dalam kondisi hidup. Ia membeli ayam dengan harga sekitar Rp65 ribu per ekor, kemudian membersihkannya sebelum dijual kembali kepada konsumen.
Setelah dibersihkan, ayam kampung tersebut dijual dengan harga sekitar Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per ekor.
Selisih harga tersebut harus menutup berbagai biaya dan proses yang dikeluarkan pedagang, termasuk membersihkan dan menyiapkan ayam hingga siap dimasak.
Bagi Herman, berjualan ayam kampung bukan pekerjaan baru. Selama kurang lebih 25 tahun, profesi tersebut menjadi sumber penghasilan yang terus dijalaninya.
Dari Pasar Inpres hingga kini di Pasar Induk Tanjung Selor, ia tetap bertahan meski harus menghadapi perubahan kondisi pasar.
Di usianya yang telah 55 tahun, Herman masih memilih bertahan di balik lapak sederhananya.
Harapannya satu: pembeli kembali ramai sehingga dagangan ayam kampungnya bisa lebih banyak terjual.
Sebab bagi pedagang kecil seperti Herman, setiap ekor ayam yang terjual bukan sekadar angka dalam hitungan dagangan, tetapi menjadi bagian dari penghasilan untuk melanjutkan kehidupan. (Bli)





