Dinas Kesehatan Bulungan Gelar Pencegahan DBD

Selasa, 6 Januari 2026

BULUNGAN-Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Kabupaten Bulungan. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di lingkungan sekitar manusia. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan pengendalian DBD tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintahan daerah, sekolah, masyarakat, hingga sektor terkait lainnya.

Bupati Bulungan Syarwani Melalui Kepala Dinas Kesehatan drg. Imam Sujono, Sosialisasi lintas sektor yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan merupakan sebuah langkah strategis untuk memastikan semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan vaksinasi DBD. Melalui pertemuan ini, berbagai pihak diajak berkontribusi aktif, khususnya dalam hal sosialisasi kepada masyarakat dan mendukung pelaksanaan vaksinasi, sehingga cakupan imunisasi dapat tercapai secara optimal.

Pemberian vaksin DBD merupakan inovasi penting dalam upaya pengendalian penyakit yang cukup sulit dikendalikan hanya dengan pengendalian vektor semata. Vaksin ini ditujukan khususnya untuk anak-anak yang rentan terhadap infeksi DBD dan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa. Menurut narasumber dari Kementerian Kesehatan, vaksin DBD telah melalui serangkaian uji klinis yang ketat untuk memastikan tingkat kemanjuran dan keamanannya.

Manfaat vaksinasi DBD sangat signifikan untuk menurunkan tingkat kejadian penyakit, mengurangi rawat inap, serta menekan angka kematian akibat DBD. Vaksinasi juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam pencegahan penyakit menular, yang harus didukung dengan pelaksanaan yang terstruktur dan komprehensif.

Baca juga  Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Bintara Polri Gel I Tahun 2024

Melalui sosialisasi, masyarakat dan petugas kesehatan mendapatkan gambaran jelas tentang tata cara pemberian vaksin DBD. Vaksinasi ini dijadwalkan akan dimulai pada 8 Januari 2026 untuk anak-anak di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Utara, khususnya anak usia Sekolah Dasar (SD). Pelaksanaan vaksinasi akan difasilitasi oleh puskesmas setempat dengan dukungan tenaga kesehatan yang sudah terlatih.

Proses vaksinasi dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak dan bertahap agar anak serta orang tua merasa nyaman dan percaya terhadap manfaat vaksin ini. Selain itu, sosialisasi juga menekankan pentingnya pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) untuk memastikan keamanan vaksin. Apabila ditemukan gejala KIPI, penanganan dan pelaporan harus dilakukan segera sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Komda KIPI.

Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peranan vital dalam mensukseskan program vaksinasi DBD. Kepala sekolah dan guru di Kecamatan Tanjung Palas Utara diharapkan dapat menjadi agen informasi dan motivator dalam meningkatkan kesadaran siswa dan orang tua mengenai perlunya vaksinasi serta menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.

Orang tua juga diingatkan pentingnya memberikan dukungan psikologis kepada anak untuk tidak takut disuntik. Selain itu, mereka diharapkan aktif mengawasi kondisi anak pasca vaksinasi dan segera melaporkan apabila ditemukan gejala tidak biasa yang muncul setelah imunisasi.

Baca juga  Kisah Warga Jalan Dewata yang Terabaikan: Ketika Warga Terpaksa Menimbun Jalan Rusak Sendiri

Selain vaksinasi, sosialisasi juga menekankan pentingnya edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk memutus rantai transmisi virus dengue. Masyarakat diimbau rutin membersihkan lingkungan sekitar dengan menguras tempat-tempat penampungan air, menutup wadah yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menggunakan kelambu atau obat nyamuk sebagai pencegahan.

Kampanye ini juga diarahkan untuk memberdayakan kader kesehatan dan tokoh masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pengendalian vektor. Kolaborasi antarsektor di tingkat desa dan kelurahan diharapkan memperkuat aksi bersama yang adaptif dan responsif terhadap kondisi penyebaran DBD.

Pelaksanaan vaksinasi DBD perlu diwujudkan dengan pengawasan yang ketat agar tercapai target cakupan imunisasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan telah menyiapkan sistem monitoring terpadu yang melibatkan semua perangkat kecamatan dan puskesmas untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar serta dapat memberikan laporan secara berkala kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan.

Evaluasi berkala akan dilakukan untuk melihat efektivitas vaksinasi serta respon masyarakat terhadap program ini. Jika terdapat hambatan atau kendala, segera dilakukan tindakan perbaikan melalui koordinasi lintas sektor yang sudah terjalin dengan baik.

Baca juga  Resmikan Penginapan Bunga Mawar, Gubernur Dorong Perkembangan Pariwisata di Kawasan Industri KIPI

Dengan dilaksanakannya sosialisasi lintas sektor dan program pemberian vaksinasi DBD, Kabupaten Bulungan berkomitmen untuk menekan angka kejadian DBD secara signifikan. Harapan besar ini tidak hanya akan mewujudkan anak-anak yang sehat dan terlindungi, tetapi juga mengurangi beban ekonomi akibat perawatan DBD di fasilitas kesehatan.

Keberhasilan program ini tentunya akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam implementasi imunisasi berbasis kolaborasi multisektor. Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan terus berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, agar pencegahan DBD dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan sosialisasi lintas sektor untuk pemberian vaksinasi DBD di Kabupaten Bulungan merupakan langkah progresif dalam pengendalian penyakit DBD. Melalui dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, hingga masyarakat umum, diharapkan upaya ini mampu menurunkan kasus DBD secara signifikan dan menciptakan lingkungan yang sehat serta anak-anak yang terlindungi.

Ke depan, perlu terus didorong penguatan pendidikan kesehatan masyarakat, pengendalian vektor secara menyeluruh, serta pelaksanaan vaksinasi yang tepat sasaran agar Kabupaten Bulungan benar-benar menjadi wilayah yang bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue. Sinergi yang kuat dan komitmen bersama akan menjadi kunci keberhasilan program ini demi kesehatan seluruh warga Kabupaten Bulungan tutup Imam.

(Bli Made)

Bagikan:
Berita Terkait