Dinkes Bulungan Targetkan Eliminasi Malaria 2027: Menyongsong Masa Depan Bebas Malaria

Minggu, 4 Januari 2026

TANJUNG SELOR-Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tengah mengupayakan langkah konkret menuju eliminasi malaria pada tahun 2027. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan menargetkan pencapaian ini meskipun menghadapi berbagai tantangan selama beberapa tahun terakhir, termasuk munculnya kasus malaria lokal yang sempat menghambat progres eliminasi. 

Bupati Bulungan Syarwani Melalui Kepala Dinkes Bulungan, H. Imam Sujono, mengungkapkan komitmen kuat serta berbagai strategi yang telah dan sedang dijalankan guna mencapai tujuan mulia tersebut.

Pemikiran dan langkah antisipatif terkait eliminasi malaria di Bulungan sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2016. Sejak saat itu, Dinkes Bulungan menjalankan berbagai program pencegahan dan pengendalian malaria sebagai upaya awal untuk memberantas penyakit ini. Imam Sujono menjelaskan bahwa langkah-langkah berupa edukasi masyarakat, pemberantasan vektor nyamuk, pengobatan tepat waktu, serta peningkatan pelayanan kesehatan menjadi pilar dalam penanganan malaria.

Namun, perjalanan eliminasi tersebut tidak berjalan mulus. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia sejak awal 2020 memaksa fokus pelayanan kesehatan bergeser, sehingga prioritas penanganan penyakit lain menjadi terkendala. Selama periode tersebut, dana dan tenaga kesehatan yang biasanya difokuskan pada malaria dialihkan untuk menangani wabah yang lebih mendesak.

Setelah pandemi mereda dan Dinkes kembali memperbaharui semangatnya untuk menuntaskan eliminasi malaria, Bulungan menghadapi tantangan baru berupa lonjakan kasus malaria di wilayah Sekatak. Tidak hanya itu, pada tahun 2024 terdeteksi kasus malaria lokal di Kecamatan Peso, yang menjadi perhatian serius pihak berwenang.

Baca juga  Hasil Visum Manajer Sawit Gantung Diri Di Sajau

H. Imam Sujono mengungkapkan bahwa melalui hasil uji laboratorium, kasus malaria di Peso dikategorikan sebagai kasus lokal atau indigenous, yang menjadi kendala utama dalam upaya eliminasi. Sesuai dengan standar eliminasi malaria di tingkat nasional dan internasional, suatu daerah dikatakan bebas malaria apabila tidak terdapat kasus lokal selama minimal dua tahun berturut-turut.

Keberadaan kasus lokal ini menandai perlunya penguatan dan penyesuaian strategi pengendalian, serta peningkatan kewaspadaan di lapangan agar tidak terjadi kembali penyebaran penyakit secara lokal. Kondisi ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa proses eliminasi adalah perjalanan yang menuntut konsistensi dan kerja keras berkelanjutan.

Salah satu upaya penting yang dilakukan oleh pihak Dinkes Bulungan adalah turun langsung ke lapangan guna memastikan efektivitas penanganan. Kepala Dinkes H. Imam Sujono secara intensif melakukan pengujian dan pemantauan terhadap masyarakat di daerah-daerah terdampak, hal ini menjadi strategi penyegaran sekaligus perbaikan dalam pengendalian penyakit.

Berdasarkan hasil pengujian dan pemantauan menyeluruh, dilaporkan bahwa jumlah kasus malaria di wilayah yang sempat mengalami peningkatan kini mulai menurun. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara petugas kesehatan di lapangan, aparat desa, serta pemberdayaan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pencegahan malaria.

Baca juga  Kredit Fiktif Capai Rp 275,2 Miliar, Ditreskrimsus Polda Kaltara Geledah Kantor Bank BPD Kaltimtara

Melihat perkembangan tersebut, Dinkes Bulungan semakin optimistis bahwa target eliminasi malaria pada tahun 2027 akan dapat terwujud. Imam Sujono menegaskan bahwa berbagai langkah pencegahan dan penanganan terus dilakukan secara komprehensif. Upaya tersebut meliputi:

Pemberantasan Sarang Nyamuk: Melaksanakan fogging dan kegiatan pengosongan tempat-tempat potensial berkembangbiaknya nyamuk, terutama jenis Anopheles yang merupakan vektor malaria.

Edukasi dan Penyuluhan Masyarakat: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan kelambu berinsektisida, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengenali gejala malaria sejak dini.

Optimalisasi Pelayanan Kesehatan: Memastikan ketersediaan obat antimalaria yang efektif dan pemantauan pasien secara tuntas agar tidak terjadi resistensi obat dan kekambuhan.

Penguatan Sistem Surveilans: Melakukan pencatatan dan pelaporan kasus malaria secara tepat waktu untuk memberi respons cepat dan evaluasi berkala dalam pengendalian penyebaran.

Keberhasilan eliminasi malaria tidak bisa dicapai hanya oleh Dinkes semata. H. Imam Sujono menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting, antara lain dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, lembaga adat, sektor pendidikan, serta dunia usaha yang bergerak di wilayah tersebut. Sinergi ini akan memperluas jangkauan dan efektivitas program pengendalian malaria.

Baca juga  Pengedar Sabu-Sabu dibekuk Polres Malinau

Selain itu, masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan. Peran aktif warga seperti melaporkan kejadian demam mencurigakan, disiplin menggunakan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengikuti anjuran kesehatan sangat membantu terciptanya Bulungan bebas malaria.

Eliminasi malaria di Kabupaten Bulungan tahun 2027 akan menjadi pencapaian bersejarah yang menandai kemajuan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup yang lebih baik. Upaya ini juga berkontribusi dalam mendukung program nasional Indonesia bebas malaria serta keberhasilan program kesehatan dunia (WHO).

Dinkes Bulungan terus berkomitmen untuk mengatasi tantangan yang ada dan membuka dialog serta kerja sama dengan berbagai pihak demi memastikan tidak ada warga yang hidup dalam ancaman malaria. Keseriusan dan kegigihan dalam menjalankan program eliminasi dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam menghadapi penyakit menular.

Melalui koordinasi yang baik, kerja keras, dan peran serta masyarakat, cita-cita eliminasi malaria pada tahun 2027 diyakini bukan sekedar target kosong. Sebaliknya, ini menjadi langkah nyata yang mewujudkan Kabupaten Bulungan sebagai wilayah yang sehat dan bebas dari malaria. Dinkes Bulungan memohon dukungan dan doa dari semua pihak agar perjuangan ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal bagi generasi kini dan masa depan Pungkas Imam.

(Bli Made)

Bagikan:
Berita Terkait