TARAKAN-drg.Imam Sujono M.A.P.,Dilantik Menjadi Ketua PDGI Kalimantan Utara Masa Periode 2025-2030 yang Dilantik Oleh Ketua PB PDGI Jakarta Drg Usman Sumantri, Msc, yang Dihadiri yang terhormat Gubernur Kalimantan Utara, yang diwakili oleh Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg. Usman Sumantri, M.Sc, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Rekan-rekan Ketua Organisasi Profesi, IDI, IBI, IAI, PPNI, PTGMI tingkat Provinsi Kaltara yang hadir atau mewakili Pengurus Wilayah, Ketua dan jajaran Pengurus Cabang PDGI se-Kalimantan Utara, dari PDGI Cabang Bulungan KTT, Cabang Malinau, Cabang Nunukan, dan tuan rumah Cabang Tarakan, Rekan-rekan sejawat Dokter Gigi dan drg. Spesialis yang saya cintai dan banggakan, Minggu 30 November 2025.
mengatakan Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Pengurus Cabang PDGI se-Kalimantan Utara periode 2025–2030 serta seminar ilmiah D’SMiT ke-9 di Royal Crown Tarakan.
drg. Imam Sujono, Pada hari bersejarah ini atas nama seluruh pengurus yang baru dilantik, Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Kami menyadari tugas ini bukanlah ringan, terutama mengingat tantangan unik yang kita hadapi di Bumi Benuanta, Kalimantan Utara provinsi ke-34 yang baru berusia 13 tahun.
Kalimantan Utara dikenal dengan geografisnya yang menantang; akses terbatas, dominasi jalur sungai, laut, dan udara sebagai moda transportasi utama, serta keterbatasan infrastruktur darat menyebabkan hambatan besar dalam distribusi layanan kesehatan, khususnya pelayanan dokter gigi.
Kemudian Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara tahun 2023 menunjukkan terdapat 179 dokter gigi, dimana 108 bertugas di Puskesmas dan 71 di rumah sakit. Distribusi per cabang adalah Nunukan 32, Tarakan 56, Bulungan KTT 38, Malinau 16, total 142 dari data PDGI. Adapun dokter gigi spesialis berjumlah 27 dengan berbagai spesialisasi.
Namun, disparitas distribusi sangat mencolok, dengan sebagian besar dokter gigi terkonsentrasi di wilayah perkotaan sementara daerah pelosok banyak yang masih kekurangan atau tidak memiliki dokter gigi tetap. Hal ini menyulitkan masyarakat di wilayah terpencil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi yang memadai.
Kasus penyakit gigi dan mulut masih tinggi di Kalimantan Utara. Program Pemeriksaan Kesehatan Gigi (PKG) dan Cek Kesehatan Gigi (CKG) bagi anak sekolah memperlihatkan lebih dari 52% anak mengalami gigi berlubang secara nasional. Data ini menjadi peringatan bahwa anak-anak kita di daerah sulit akses juga memiliki risiko besar.

Dua hal utama yang menjadi perhatian Akses preventif dan edukatif belum optimal, dan disparitas layanan membuat banyak anak luput dari deteksi dini. Perilaku menyikat gigi yang benar di masyarakat masih memerlukan peningkatan secara masif.
Tiga Fokus Strategis PDGI Kalimantan Utara Periode 2025–2030 Di bawah kepemimpinan baru, PDGI Kaltara menetapkan strategi sebagai berikut Memperkuat Pemerataan Layanan: Menjalin kerja sama erat dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk merumuskan kebijakan insentif dan penempatan dokter gigi di Puskesmas terpencil. Optimalisasi peran Puskesmas Keliling (Pusling) dengan dokter gigi juga menjadi fokus.
Transformasi Edukasi dan Promosi Kesehatan: Meluncurkan program edukasi yang adaptif, memanfaatkan teknologi, berkolaborasi dengan tokoh masyarakat lokal untuk pencegahan dan edukasi kesehatan gigi sejak dini.
Peningkatan Kompetensi Meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggota PDGI agar siap menghadapi tantangan klinis dan komunitas di wilayah Kaltara yang spesifik dan beragam.
“Keterbatasan akses bukan alasan untuk berhenti melayani, melainkan panggilan untuk menemukan cara yang lebih kreatif dan berani.” Kita adalah garda terdepan dalam kesehatan gigi masyarakat Kalimantan Utara dan akan berusaha menjangkau setiap sudut wilayah ini.
Mari kita jadikan tantangan geografis dan disparitas layanan sebagai motivasi dan kesempatan, bukan hambatan. Bersama-sama, dengan semangat persatuan dan dedikasi, kita wujudkan masyarakat Kaltara yang sehat gigi dan mulut demi pembangunan daerah yang optimal Pungkasnya.
Reporter: Made Wahyu Rahadia





