Dua Tersangka Korupsi Dana Revitalisasi SMK Ditahan Kejari Jembrana

Selasa, 14 Oktober 2025
Dua tersangka kasus dugaan korupsi ditahan Kejari Jembrana setelah pelimpahan dari Polres Jembrana

PUBLIKA, Jembrana – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana resmi menerima pelimpahan tahap II berupa tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi dana revitalisasi SMK dari penyidik Polres Jembrana, Selasa (14/10/2025). Penyerahan dilakukan terkait proyek bantuan pemerintah untuk SMK Negeri 2 Negara tahun anggaran 2019.

Dua tersangka berinisial AM dan IKS diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana bantuan yang bersumber dari APBN. Keduanya berperan sebagai tim teknis pelaksana kegiatan renovasi gedung sekolah. Berdasarkan hasil penyidikan, mereka bersama seorang terpidana sebelumnya, Adam Iskandar Bunga, diduga melakukan pemotongan dana proyek sebesar 15 persen dari nilai kontrak.

Baca juga  Lewat Mediasi, Warga Kini Dapatkan Akses Jalan, Tak Perlu Lagi Lewati Jembatan Bambu

Total dana yang diduga diselewengkan mencapai sekitar Rp239,7 juta. Modus operandi yang digunakan mencakup pengurangan volume pekerjaan serta pelaporan administrasi fiktif. Hasil audit menunjukkan kerugian negara akibat praktik ini mencapai Rp496,4 juta.

Kasi Pidsus Kejari Jembrana memberikan keterangan terkait pelimpahan kasus dugaan korupsi dana revitalisasi SMKN 2 Negara tahun 2019

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jembrana, Dwi Prima Satya, menyampaikan bahwa perbuatan para tersangka telah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka dijerat dengan Pasal 2 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga  BREAKING NEWS: Pimpinan Dan Anggota DPRD Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Bupati &Wakil Bupati Jembrana Serta Gubernur & Wakil Gubernur Bali Periode 2025-2030

Untuk keperluan penuntutan, AM dan IKS kini ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara selama 20 hari ke depan. Kejaksaan menyatakan akan menangani kasus ini secara profesional dan terbuka sebagai bagian dari komitmen pemberantasan korupsi di wilayah Jembrana. (MD) 

Bagikan:
Berita Terkait