Hari Ibu Ke-97 Polresta Bulungan Gelar Upacara

Senin, 22 Desember 2025

TANJUNG SELOR-Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 yang dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025 di Lapangan Apel Mapolresta Bulungan menjadi sebuah acara penting yang sarat makna dan nilai historis. Berlangsung tepat pada pukul 08.00 WITA, upacara ini dihadiri oleh berbagai unsur kepolisian, menandai penghormatan yang mendalam terhadap peran serta perjuangan perempuan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Tidak hanya sebagai momentum menghargai sejarah, acara ini juga menjadi panggilan untuk memperkuat komitmen bersama demi pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto Keberhasilan pelaksanaan upacara ini tidak lepas dari peran dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Inspektur upacara pada kesempatan ini dijabat oleh KOMPOL Kemas Zein Errie Limantara, S.I.P., S.I.K, yang memimpin dan mengawal jalannya prosesi dengan penuh khidmat. Sementara itu, IPTU Lince Karlinawati dipercaya sebagai perwira upacara, dan IPDA Wina Aulia Attarizki, S.Tr.K bertugas sebagai komandan upacara.

Pembawa acara, yang memandu jalannya acara, adalah Briptu Dinda Fitria, sedangkan tugas pengamanan dan pendampingan sebagai ajudan inspektur upacara dipercayakan kepada Brigpol Desi Apriani, S.H. Pengibaran bendera Merah Putih yang menjadi simbol kedaulatan bangsa dilakukan oleh Bripda Agustina Idom, Bripda Putri Anggriani, dan Bripda Nur Fadillah, menambah kesakralan suasana.

Susunan pasukan yang mengisi upacara juga diorganisir secara rapi dengan tiga kompi utama di bawah kepemimpinan IPDA Lamidi dan IPDA Ardin Bibanarto, meliputi anggota dari Staf Polresta, Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Resnarkoba, dan Sat Tahti. Kehadiran satu pleton perwira Polresta Bulungan menambah kekuatan simbolis dari acara ini, memperkuat pesan bahwa pemberdayaan perempuan telah menjadi perhatian serius di lingkungan kepolisian.

Baca juga  Breaking News: Masyarakat Mangkupadi Menggugat (PSN) Proyek Strategis Nasional 

Puncak upacara adalah pembacaan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang disampaikan langsung oleh inspektur upacara. Amanat ini mengandung pesan-pesan kuat yang menegaskan nilai historis dan strategis Hari Ibu dalam konteks nasional.

Pertama-tama, amanat mengajak seluruh peserta dan warga bangsa untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia sehingga dapat bersama memperingati Hari Ibu ke-97 yang menandai perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia. Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan penghormatan dan apresiasi terhadap seluruh kiprah perempuan sebagai pelopor kesetaraan hak dan kebebasan bergerak bersama laki-laki dalam pembangunan.

Dalam amanat dijelaskan secara rinci bahwa Hari Ibu berakar pada Kongres Perempuan Indonesia pertama yang berlangsung di Yogyakarta pada tahun 1928. Kongres ini merupakan tonggak penting lahirnya gerakan perempuan nasional yang membawa semangat persatuan dan penegasan peran perempuan dalam membangun bangsa. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 menjadi bukti pengakuan negara atas perjuangan perempuan sejak masa pra kemerdekaan hingga kini.

Hari Ibu bukan sekadar sebuah peringatan simbolik atau seperti perayaan Mother’s Day di budaya lain. Hari ini mengandung penghormatan mendalam terhadap pengabdian perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Perempuan diakui sebagai penentu arah dan pelaku utama pembangunan di semua lini, dari ruang domestik hingga ke ranah publik.

Baca juga  Ditsamapta Polda Kaltara Hadir Lewat Patroli Ranmor R4 Dalam Rangka Harkamtibmas

Amanat juga menyoroti peran perempuan Indonesia sebagai agen perubahan—mendorong inovasi, memperjuangkan keadilan, dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Beban ganda yang harus dipikul perempuan, yakni tanggung jawab domestik dan produktivitas di luar rumah, masih menjadi masalah yang cukup kompleks. Ditambah lagi dengan stigma sosial, minimnya akses terhadap sarana pendidikan dan pekerjaan, serta ancaman kekerasan berbasis gender.

Namun, semangat perempuan Indonesia tidak pernah padam. Ketangguhan, kreativitas, dan daya juang mereka terus mengukir prestasi dan kemajuan bangsa. Perempuan menjadi pilar utama dalam penguatan ekonomi keluarga, pelestarian budaya, inovasi teknologi, dan kepemimpinan komunitas.

Mengaitkan peringatan ini dengan agenda nasional yang lebih luas, amanat tersebut menegaskan bahwa Hari Ibu ke-97 tahun 2025 sejalan dengan upaya akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 335. Ini merupakan pendekatan terpadu yang fokus pada penguatan sistem perlindungan, penghapusan diskriminasi, dan percepatan pemberdayaan perempuan lintas sektor.

Kebijakan pemerintah juga turut menguatkan posisi perempuan melalui regulasi penting, seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), implementasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), dan pengarusutamaan gender dalam seluruh kebijakan pembangunan. Semua kerangka hukum ini menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang adil dan setara.

Baca juga  Terima Audiensi PT PLN EG, Gubernur Siap Resmikan Regasifikasi LNG di Tarakan

Mengakhiri amanat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perempuan Indonesia atas kekuatan, daya juang, kasih sayang, kontribusi, dan karya nyata yang telah mereka berikan selama ini. Ucapan selamat Hari Ibu ke-97 juga menjadi motivasi agar seluruh komponen bangsa terus melanjutkan komitmen memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

Peringatan Hari Ibu ke-97 yang diadakan oleh Polresta Bulungan bukan hanya menjadi simbol penghargaan terhadap perempuan, tetapi sekaligus menjadi momentum refleksi untuk terus mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang. Susunan upacara yang khidmat dan amanat menteri yang inspiratif menjadi pengingat akan perjalanan panjang yang telah ditempuh perempuan Indonesia, sekaligus tantangan dan peluang ke depan.

Dalam era modern ini, keberhasilan pembangunan bangsa tidak dapat dipisahkan dari posisi perempuan yang berdaya dan berkarya. Kebijakan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat termasuk institusi penegak hukum seperti Polresta Bulungan merupakan kunci utama dalam memastikan perempuan mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi demi kemajuan bangsa.

Dengan demikian, peringatan Hari Ibu ke-97 ini diharapkan dapat menguatkan tekad bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang inklusif, adil, dan sejahtera, di mana perempuan menjadi motor penggerak utama perubahan positif bagi masa depan bangsa dan negara. (***)

Bagikan:
Berita Terkait