PUBLIKA TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sejarah sekaligus menegaskan arah pembangunan daerah. Persatuan, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi pekerjaan yang membutuhkan komitmen bersama.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bulungan yang digelar di Ruang Sidang Datu Adil, Kantor DPRD Bulungan, Jalan Ulin, Tanjung Selor Hilir, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ps. Kasi humas Aipda Hadi, Rapat paripurna berlangsung pukul 08.30 hingga 11.15 Wita. Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Bulungan Kilat, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara H. Achmad Djufrie, serta Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Riyanto.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto diwakili Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polresta Bulungan AKP Muhammad Imran Tawainella. Hadir pula perwakilan Kodim 0903/Bulungan, TNI Angkatan Laut, Denpom, Kejaksaan Negeri Bulungan, Pengadilan Negeri Tanjung Selor, dan Pengadilan Agama Tanjung Selor.
Sejumlah pejabat pemerintah daerah, anggota DPRD, mantan kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, dan tokoh agama turut menghadiri rapat tersebut.
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bulungan, dilanjutkan pembacaan sejarah singkat Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. Agenda kemudian diisi sambutan Bupati Bulungan, doa, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah.
Peringatan hari jadi tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang daerah. Namun, peringatan sejarah juga membawa tuntutan agar pembangunan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Pemerintah daerah bersama DPRD, TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan dunia usaha diharapkan memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan, merawat persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Pembangunan Bulungan juga diharapkan berlangsung secara merata dan berkelanjutan dengan memperhatikan potensi daerah, kearifan lokal, serta kebutuhan masyarakat.
Tantangannya adalah memastikan semangat yang disampaikan dalam peringatan hari jadi diterjemahkan menjadi program dan hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.
Pada usia ke-236 bagi Tanjung Selor dan ke-66 bagi Kabupaten Bulungan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui kegiatan seremonial. Pemerataan pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan daerah yang maju, aman, dan berdaya saing. (Bli)





