TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas, camat, dan pemerintah desa terus menggelar kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kaki gajah.
Program nasional ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk filaria.
Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung H. Sarif menjelaskan, POPM dilaksanakan satu kali dalam setahun dan akan berlanjut selama dua tahun berturut-turut.
Kegiatan ini menyasar masyarakat berusia 2 hingga 70 tahun, dengan total sasaran sekitar 17 ribu jiwa di seluruh wilayah kabupaten.
“Pemberian obat ini sangat penting. Cukup diminum sekali dalam setahun, masyarakat sudah ikut berperan memutus penyebaran penyakit kaki gajah,” terang Sarif,Rabu (15/10/2025).
Sebelum pemberian obat, jajaran kesehatan di tingkat kabupaten hingga desa melakukan sosialisasi dan skrining kesehatan kepada masyarakat untuk memastikan obat diberikan dengan aman kepada yang memenuhi syarat.
“Sebelum dibagikan, masyarakat mendapat penjelasan lebih dulu tentang manfaat dan cara minum obat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan ringan atau skrining. Semua dilakukan agar aman,” jelasnya.
Sarif menyampaikan, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut dan menekankan agar kegiatan dilakukan secara langsung tanpa seremoni berlebihan.
“Pak Bupati tidak ingin hanya seremonial. Beliau ingin langsung eksekusi di lapangan, masyarakat melihat dan ikut terlibat. Ini wujud nyata komitmen beliau terhadap kesehatan masyarakat,” ungkap Sarif.
Pelaksanaan POPM dimulai sejak awal Oktober dan ditargetkan selesai akhir November 2025. Petugas kesehatan kini terus bergerak masif di seluruh desa agar cakupan bisa mencapai 100 persen.
“Sekarang ini masih berjalan. Kami harapkan sebelum Desember semua sudah selesai,” ujarnya.
Sarif menjelaskan, penyakit kaki gajah disebabkan oleh gigitan nyamuk filaria. Jika tidak dicegah, penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan permanen pada kaki, tangan, atau bagian tubuh lain.
“Penularannya mirip dengan demam berdarah, tapi beda jenis nyamuk. Karena itu, selain minum obat, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak,” jelasnya.
Selain melalui sosialisasi langsung, Dinas Kesehatan juga memanfaatkan media sosial dan kanal informasi desa untuk mengajak masyarakat berpartisipasi. Pesan edukatif dan imbauan dari Bupati turut disebarkan melalui WhatsApp Group, Facebook, hingga laman resmi pemerintah daerah.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa minum obat ini aman dan penting. Bahkan Ibu Camat bersama para kepala desa sudah mencontohkan dengan meminum obat di depan warganya,” tambah Sarif.
Sebagai penutup, Kadinkes Tana Tidung mengingatkan masyarakat agar tidak ragu meminum obat yang dibagikan petugas, meski beberapa orang mungkin merasakan efek ringan seperti kantuk.
“Kalau terasa sedikit ngantuk setelah minum, itu hal biasa. Yang penting jangan takut. Karena dengan minum obat ini, kita sudah berkontribusi besar melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit kaki gajah,” tegasnya.
Program POPM filariasis diharapkan dapat mencapai cakupan maksimal tahun ini, sehingga rantai penyebaran penyakit benar-benar terputus.
“Insya Allah, kalau semua masyarakat minum obatnya, penyakit kaki gajah bisa kita basmi dari Tana Tidung,” tutup Sarif.(**)





