Korban Tewas Terbakar di Semangka, Diduga Ada Unsur Kesengajaan. Polisi Dalami Motifnya…

Sabtu, 16 Agustus 2025

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Semangka Gang Merudung  RT 026 RW 010 Kelurahan Tanjung Selor Hilir pada hari Jumat (15/8/2025) menyisakan duka mendalam. Pasalnya dalam insiden tersebut ada 8 rumah warga yang terbakar.

Bahkan dalam peristiwa naas itu ditemukan adanya korban jiwa, warga bernama Ahmad Hasan (77) yang dalam kondisi lumpuh terbakar dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga  Biadab! Ayah di Bangka Selatan Aniaya Putrinya hingga Tewas

Polisi pun turun melaksanakan penyidikan dan ditemukan fakta, jika kebakaran rumah itu ada unsur kesengajaan. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bulungan pun telah mengamankan terduga pelaku pasca kebakaran terjadi.

“Untuk terduga pelaku sudah di amankan, kemudian untuk keluarga dari korban telah membuat laporan polisi tadi malam. Untuk selanjutnya masih kami laksanakan pemeriksaan intensif untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan apa tidak,” ungkap Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasat Reskrim Polresta Bulungan Kompol Irwan, Sabtu (16/8/2025).

Baca juga  Jembatan Salimbatu Tersenggol, Ini Penjelasan Kasatpolairud

Dia menjelaskan pihaknya setelah proses pemadaman selesai pada pukul 15.20 Wita langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Inafis. Untuk diketahui kejadian kebakaran itu bermula di rumah warga bernama RD pada pukul 12.40 Wita.

“Untuk olah TKP sudah dilakukan kemarin, barang yang diamankan belum ada karena terbakar habis,” paparnya.

Baca juga  Takmir Masjid Sekaligus Pengurus TPA AL-MA’ARUF Selumit Pantai, Apresiasi Kepedulian Kapolda Kaltara Dalam Membentuk Karakter Anak - anak di Selumit Pantai

Dia menambahkan untuk mengetahui terduga pelaku melakukan pembakaran rumah secara sengaja, karena mengidap kelainan jiwa. Pihaknya pun melakukan koordinasi dengan dokter kejiwaan.

“Kalau terkait gangguan jiwa apa tidak, nanti akan kami pastikan kembali dengan mengecek apakah ada riwayat berobatnya dan koordinasi dokter kejiwaan,” pungkasnya. (rdi)

Bagikan:
Berita Terkait