Membangun Wanita Hindu yang Cerdas, Tangguh dan Berbudaya untuk Ketahanan Keluarga Bangsa dan Agama

Minggu, 23 November 2025

TANJUNG SELOR – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Kalimantan Utara resmi dibentuk dan dilantik di Wantilan Pura Agung Jagat Benuanta Tanjung Selor. Acara pelantikan ini dihadiri oleh ibu-ibu dari Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, dan Kota Tarakan, dengan total peserta sebanyak 45 orang. Minggu 23/11/2025.

Ketua Parisada Hindu Dharma Kalimantan Utara Ida Bagus Sidharaharja Kepada Media Publika Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat WHDI, Ny. Wikanti Yogi, S.Ag, M.Si, dan Sekjen WHDI, Ny. Ida Ayu Sinta Dewi, SH. M.Kes. Dari hasil musyawarah Ny. Ida Ayu Kade Suciani, S.Pd, terpilih sebagai Ketua WHDI yang I di Provinsi Kalimantan Utara.

WHDI adalah organisasi sosial kemasyarakatan bagi wanita Hindu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat peran wanita Hindu dalam masyarakat. Dengan pelantikan ini, WHDI Provinsi Kalimantan Utara siap menjalankan misinya untuk memajukan dan mengembangkan peran wanita Hindu di daerah tersebut.

Pembentukan WHDI di Kalimantan Utara tidak hanya menjadi simbol peran wanita dalam agama dan budaya Hindu, tetapi juga merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan keluarga serta keberlanjutan bangsa. Keluarga menjadi unit dasar dalam pembangunan nasional. Oleh karenanya, peran wanita sebagai penggerak dan penjaga nilai-nilai keluarga sangat strategis. WHDI hadir sebagai wadah yang memberikan ruang bagi wanita Hindu untuk saling mendukung, berbagi pengetahuan, serta meningkatkan kapasitas diri.

Ketahanan keluarga merupakan salah satu pilar utama dalam sebuah bangsa yang kuat. Wanita Hindu yang cerdas dan berbudaya mampu menerapkan nilai-nilai luhur Hindu dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis dan berdaya tahan terhadap berbagai tantangan zaman modern. Dalam konteks ini, WHDI berfokus pada pendidikan nilai-nilai agama dan budaya, serta peningkatan kapasitas perempuan dalam aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Baca juga  Polresta Bulungan Musnahkan Sabu Sebanyak 183 Gram

Dalam rangka mewujudkan visi organisasi, WHDI Kalimantan Utara menginisiasi berbagai program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual tetapi juga pengembangan keterampilan praktis bagi anggotanya. Pendidikan agama Hindu diberikan secara intensif sebagai landasan moral dan etika yang kokoh. Selain itu, pelatihan keterampilan seperti keterampilan menjahit, pengelolaan usaha kecil dan menengah, serta pendidikan kesehatan reproduksi diselenggarakan untuk membekali wanita Hindu agar mandiri dan tangguh secara ekonomi maupun sosial.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip bahwa wanita yang berdaya dan mandiri memiliki kapasitas lebih besar untuk turut serta dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Pendidikan keterampilan juga membuka peluang usaha yang dapat menopang ekonomi keluarga dan secara tidak langsung membantu mengurangi angka kemiskinan di lingkungan sekitar.

Penguatan budaya Hindu sebagai jati diri wanita merupakan salah satu fokus utama WHDI. Melalui berbagai kegiatan budaya seperti pelatihan tari tradisional, pembelajaran bahasa Sansekerta, serta penghayatan nilai-nilai Dharma, wanita Hindu didorong untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan nenek moyang mereka. Penguatan budaya ini juga berfungsi sebagai fondasi moral dan etika yang membimbing sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

WHDI memandang bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab individu tetapi sebuah kewajiban kolektif. Oleh sebab itu, organisasi ini mengadakan acara-acara budaya secara rutin yang melibatkan keluarga dan masyarakat luas, sehingga mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat identitas Hindu di tengah masyarakat yang Keberadaan WHDI merupakan jawaban atas kebutuhan untuk menjadikan wanita Hindu tidak hanya sebagai pelaku budaya dan pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam pembangunan nasional. 

Baca juga  Sertijab Irwasda dijabat Kombes Pol. Audy Alfrits Herman Manus.,Direktur Resnarkoba Polda Kaltara Dijabat Kombes Pol.Rony Try Prasetyo.

Melalui penguatan kapasitas, pemberdayaan ekonomi, serta pendidikan yang berkesinambungan, WHDI mengajak anggotanya untuk berperan aktif dalam berbagai sektor pembangunan.

Misalnya, dalam bidang lingkungan hidup, WHDI Kalimantan Utara mempromosikan program-program ramah lingkungan yang dapat dilakukan di tingkat keluarga dan komunitas. Wanita Hindu diajak untuk menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ajaran Hindu yang menghormati alam semesta. Di bidang sosial, WHDI aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu, serta mengadakan penyuluhan kesehatan dan pendidikan anak.

Partisipasi aktif wanita Hindu dalam berbagai sektor ini tentu saja memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebangsaan serta keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Untuk mempercepat pencapaian tujuan organisasi, WHDI Provinsi Kalimantan Utara tidak berjalan sendiri. Organisasi ini menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta organisasi masyarakat lainnya. Sinergi ini penting untuk mengoptimalkan sumber daya dan memperluas dampak kegiatan pemberdayaan wanita Hindu.

Misalnya, dalam bidang pendidikan, WHDI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mengadakan pelatihan dan seminar bagi anggotanya. Dalam bidang kesehatan, WHDI berkolaborasi dengan Puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan khusus bagi wanita dan anak-anak Hindu. Kerja sama ini juga membuka peluang bagi WHDI untuk mendapatkan akses pendanaan dari pemerintah maupun lembaga donor yang mendukung program pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya.

Baca juga  Kapolda Kaltara Hadiri Acara Kenal Pamit Danlanud Anang Busra, Wujud Sinergi TNI-POLRI

Tidak dapat dipungkiri, membangun wanita Hindu yang cerdas, tangguh, dan berbudaya tidaklah mudah. Tantangan mulai dari keterbatasan akses pendidikan, peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pekerja, hingga derasnya pengaruh modernisasi yang dapat melemahkan nilai-nilai tradisional menjadi kendala yang harus dihadapi dengan bijaksana. Namun dengan semangat kebersamaan dan dukungan kelembagaan seperti WHDI, tantangan ini dapat diatasi secara berkelanjutan.

Harapan besar di masa depan adalah bahwa WHDI Kalimantan Utara akan menjadi pelopor dalam melahirkan generasi wanita Hindu yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai agama Hindu yang luhur. Wanita Hindu yang tangguh dan berbudaya akan menjadi pilar kokoh ketahanan keluarga, bangsa, serta agama.

Seiring dengan berkembangnya waktu, WHDI juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam program-program pemberdayaan agar semakin relevan dan berdampak luas. Keterlibatan aktif generasi muda wanita Hindu juga menjadi fokus, agar sinergi antar generasi dapat menjamin kelangsungan nilai dan peran wanita Hindu dalam masyarakat.

Dengan semangat dan komitmen yang kokoh, WHDI Provinsi Kalimantan Utara menjadi motor penggerak perubahan positif bagi wanita Hindu dan komunitasnya. Keberadaan WHDI menjadi bukti nyata bahwa peran wanita dalam pembangunan tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam membangun ketahanan keluarga, bangsa, dan agama Hindu di Indonesia Pungkasnya.

Reporter: Bli Made

Bagikan:
Berita Terkait