Panen Jagung Desa Karang Agung Sukses Harapan Ekonomi  Bagi Petani Lokal

Kamis, 2 Oktober 2025

PUBLIKA BULUNGAN-Panen jagung yang berlangsung di Desa Karang Agung pada musim tanam Juni hingga September 2025 memberikan gambaran nyata keberhasilan pertanian lokal yang didukung oleh kerja sama antara petani, kelompok tani, dan pihak pemerintah melalui Bulog Cabang Bulungan. Kegiatan agraris ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi warga desa. Mari kita akan membahas lebih mendalam tentang pelaksanaan panen, hasil, serta dampak sosial ekonomi yang terjadi di Desa Karang Agung.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol. Rofikoh Yunianto. S.I.K., Melalui Kasi Humas IPTU Magdalena Lawai.” Di Desa Karang Agung, terdapat beberapa kelompok tani yang mengelola lahan pertanian jagung pipil. Dua kelompok utama yang berpartisipasi dalam panen jagung tahun ini adalah Kelompok Tani Bina Tani yang dipimpin oleh Bapak Adman dan Kelompok Tani Subur yang dipimpin oleh Bapak Wasiman. Katanya, kelompok ini terdiri dari petani lokal yang serius mengembangkan kegiatan pertanian jagung di wilayah tersebut.

Luas lahan yang dipanen oleh Kelompok Tani Bina Tani mencapai 2 hektar dengan petani utama yaitu Bapak Yusuf, sementara Kelompok Tani Subur memanen lahan seluas 0,5 hektar di bawah pengelolaan Bapak Jumadi. Kegiatan ini diawasi secara langsung oleh Bhabinkamtibmas, Brigpol Syahrul R dari Polsek Tanjung Palas Utara, yang turut memberikan pendampingan dan menjaga keamanan selama proses panen berlangsung.

Baca juga  Polda Kaltara Menggelar Apel Gelar Pasukan Terpusat Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Kayan 2025" Dalam Rangka Pengamanan Idul Fitri 1446 H Tahun 2025

Jagung yang ditanam adalah jenis jagung pipil yang biasa digunakan untuk berbagai keperluan, terutama bahan baku industri pakan ternak maupun konsumsi manusia. Pemilihan jenis ini merupakan hasil pertimbangan pasar lokal dan kebutuhan Bulog, yang menyerap hasil panen tersebut dengan spesifikasi kadar air jagung sekitar 15-16% agar sesuai dengan standar penyimpanan dan pengolahan.

Penanaman dilakukan pada bulan Juni 2025, dengan proses persiapan lahan yang matang dan penggunaan bibit unggul. Para petani melakukan penerapan teknik budidaya yang telah disosialisasikan oleh penyuluh pertanian setempat, termasuk pemupukan yang tepat dan pengendalian hama untuk memaksimalkan hasil panen. Peran Bhabinkamtibmas Brigpol Syahrul juga sangat berperan dalam menjaga ketertiban dan mendukung kelancaran kegiatan pertanian di lapangan.

Kelompok Tani Bina Tani berhasil memanen jagung sebanyak 1.261 kilogram dari lahan 2 hektar, sedangkan Kelompok Tani Subur memperoleh hasil panen sebanyak 163 kilogram dari 0,5 hektar lahan mereka. Dengan harga jual yang stabil yaitu Rp. 6.000 per kilogram, total pendapatan yang diterima oleh petani menunjukkan pencapaian yang menggembirakan bagi masyarakat setempat.

Pandangan ekonominya, hasil panen dari kelompok Bina Tani menghasilkan pendapatan bruto sekitar Rp. 7.566.000, sedangkan Kelompok Tani Subur memperoleh Rp. 978.000. Angka ini tentu menjadi sumber penghasilan penting bagi para petani, serta memperkuat posisi Desa Karang Agung sebagai salah satu sentra produksi jagung yang potensial.

Baca juga  Ngaku Ajudan Kadis PU, Pelaku Tipu dan Gelapkan Uang Warga Nunukan Sebesar Rp 100 Juta

Penjualan hasil panen seluruhnya diserap oleh Bulog Cabang Bulungan, dengan ketentuan kadar air jagung yang berkisar antara 15 hingga 16%. Penyerapan Bulog ini menjamin kestabilan harga di tingkat petani dan menghindarkan praktik harga jatuh saat panen raya. Selain itu, kerjasama ini menunjukkan keberlangsungan sinergi antara petani dan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan panen jagung di Desa Karang Agung membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa. Pendapatan dari jagung mendorong kesejahteraan petani dan keluarganya, memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan pola konsumsi, dan melakukan investasi kecil dalam usaha tani maupun pendidikan anak-anak.

Selain aspek ekonomi, kegiatan panen ini juga mempererat hubungan sosial antaranggota kelompok tani. Pendampingan oleh Bhabinkamtibmas Brigpol Syahrul memperlihatkan pentingnya sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas bersama. Hal ini juga menjadi contoh nyata keberhasilan program pembangunan desa yang berintegrasi antara sektor pertanian dan keamanan sosial.

Jagung sebagai salah satu komoditas pangan utama memiliki peranan penting dalam ketahanan pangan regional. Dengan hasil panen yang cukup signifikan, Desa Karang Agung dapat memenuhi kebutuhan jagung lokal dan turut mendukung suplai bagi daerah sekitarnya melalui Bulog. Ini mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Meskipun panen tahun ini cukup berhasil, beberapa tantangan tetap harus diantisipasi di masa depan, termasuk potensi serangan hama dan penyakit tanaman jagung, fluktuasi harga pasar yang dapat dipengaruhi oleh kondisi nasional maupun global, serta keterbatasan teknologi pertanian di desa yang masih mengandalkan metode tradisional.

Baca juga  Dihamtan Ombak di Perairan Sebatik, Kapal Sembako dari Tawau Tenggelam Bersama 2 Orang Kru Kapal

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu ada peningkatan teknologi budidaya seperti penggunaan bibit prima tahan hama, pengaplikasian pupuk yang efisien dan ramah lingkungan, serta pelatihan berkelanjutan bagi petani untuk mengadopsi teknik terbaru. Pemerintah dan Bulog dapat memperluas program pendampingan dan dukungan finansial agar petani tidak terbebani modal.

Selanjutnya, diversifikasi produk olahan jagung bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar. Produk seperti tepung jagung, pakan ternak berkualitas, hingga produk pangan olahan dapat dikembangkan dengan dukungan pelatihan dan fasilitas produksi yang memadai. Menggali pasar alternatif di luar penyerapan Bulog juga penting untuk kestabilan ekonomi petani.

Panen jagung di Desa Karang Agung menyiratkan optimisme bagi kemajuan pertanian lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan dari aparat keamanan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat, keberhasilan ini bukan hanya soal angka hasil panen semata melainkan juga peningkatan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan pertanian desa. Diharapkan langkah-langkah strategis ke depan mampu mempertahankan dan meningkatkan pencapaian ini demi masa depan yang lebih cerah bagi petani dan Desa Karang Agung secara keseluruhan.

Reporter Publika: Made Wahyu Rahadia

Bagikan:
Berita Terkait