Peringatan HUT Bulungan dan Tanjung Selor Berjalan Khidmat, Bupati Syarwani Sampaikan Hal Penting Ini…

Senin, 13 Oktober 2025

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani dan Wakil Bupati Bulungan Kilat bersama jajarannya menggelar peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bulungan yang ke-65 dan Hari Ulang Tahun Kota Tanjung Selor yang ke-235.

Bupati Syarwani mengatakan dengan momentum peringatan ini memperkuat semangat semua orang dalam membangun daerah tercinta menuju masa depan yang lebih baik.

Tema peringatan hari jadi tahun ini adalah “Bulungan berdaulat, unggul dan berkelanjutan.” Tema ini mencerminkan tekad dan semangat untuk terus bersatu padu, memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan Bulungan yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Semangat ini harus kita tanamkan tidak hanya dalam tataran kebijakan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat. Peringatan hari jadi ini juga merupakan tonggak penting dalam perjalanan sejarah Bulungan dan Tanjung Selor,” ucapnya, Senin (13/10/2025).

Kata dia, Kota Tanjung Selor memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan dan peradaban di wilayah utara Pulau Kalimantan sejak abad ke-18. Sementara Kabupaten Bulungan yang berdiri sejak tahun 1960 telah mengalami berbagai dinamika pembangunan hingga menjadi salah satu daerah strategis di Provinsi Kalimantan Utara saat ini.

“Perjalanan panjang ini tentu tidak lepas dari peran besar para pendahulu, tokoh masyarakat, serta seluruh komponen masyarakat yang telah bekerja keras dan berjuang untuk memajukan daerah ini dari waktu ke waktu. Dalam usia ke-65 tahun ini, Kabupaten Bulungan terus menunjukkan kemajuan nyata di berbagai bidang,” jelasnya.

Berdasarkan data badan pusat statistik, seiring dengan pemulihan kinerja ekonomi, jumlah dan persentase  kemiskinan di Kabupaten Bulungan pada Maret 2021 hingga Maret 2024 terus mengalami penurunan yaitu dari 10,03 persen di tahun 2021, 9,32 persen di tahun 2022, 8,99 persen di tahun 2023, dan 8,76 persen di tahun 2024.

Begitu pula dengan jumlah penduduk miskin, di 2021 sebanyak 13 ribu koma 48 jiwa, di 2022 menurun menjadi 12 ribu koma 58 jiwa, pada 2023 menurun menjadi 12 ribu koma 19 jiwa dan pada 2024 jumlah penduduk miskin menurun lagi menjadi 11 ribu koma 95 jiwa.

“Pada 2023  kita juga berhasil menghapus tingkat kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen. Sementara itu, tingkat inflasi di Kabupaten Bulungan cukup terkendali yaitu 2,74 persen dari tahun ke tahun sedangkan inflasi tahun berjalan terpantau sebanyak 2,13 persen,” ujarnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan, yaitu sebesar 3,92 persen, lalu indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bulungan meningkat dari 73,2 di tahun 2023, menjadi 73,83 di tahun 2024. Ini menunjukkan tingkat pelayanan sumber daya manusia yang semakin baik.

Salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran terbuka, di mana pada tahun 2021 sebesar 4,54 persen dan pada tahun 2024 menurun sebesar 4,33 persen salah satunya melalui pelatihan, job fair termasuk beasiswa vokasi pelatihan bahasa mandarin.

Sedangkan indeks kebahagiaan, Kabupaten Bulungan saat ini posisi tertinggi di wilayah Provinsi Kalimantan Utara dan indeks kebahagiaan Provinsi Kalimantan Utara tertinggi kedua secara nasional. dalam peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit umum daerah Soemarno Sosroatmodjo, pemerintah kabupaten telah menambah ruang rawat inap dan membangun ruang ICU.

Baca juga  Komitmen Wujudkan Good Governance Menuju Keterbukaan Informasi Publik

Selain itu, juga membangun 5 mot (modular operating theater) atau ruang operasi, serta pengadaan 1 unit mri dan 5 mesin hemodialisa atau cuci darah.

Berdasarkan data bps pula, Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bulungan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Jumlah UMKM di Kabupaten Bulungan mengalami peningkatan dari 8.779 unit pada 2021 menjadi 10.696 unit pada 2024.

“Peningkatan ini karena kita memberikan kemudahan dalam IPRT (izin produksi rumah tangga) dan NIB (nomor induk berusaha) secara elektronik. Kita  berharap, pertumbuhan ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bulungan,” bebernya.

“Kita mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai program dan kebijakan, salah satunya melalui Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Kredit Mesra) yaitu Pinjaman modal usaha tanpa agunan serta melalui subsidi ganda yang disalurkan melalui BPR Bank Bulungan, untuk masyarakat ekonomi kelas bawah dan pelaku UMKM yang tidak dapat mengakses kredit konvensional. Dari 2023 sampai dengan Agustus 2025, hampir 18,5 miliar rupiah telah kita kucurkan, dengan jumlah penerima manfaat terdiri pengusaha umkm, kelompok tani dan nelayan sebanyak 376 orang,” tambahnya.

Pihaknya juga meresmikan dekranasda sebagai wadah kerajinan lokal daerah Kabupaten Bulungan. Selain itu, Pemda Bulungan juga banyak menyiapkan ruang berusaha bagi UMKM melalui kegiatan Car Free Day (CFD) Tebu Kayan, ruang UMKM sepanjang Tepian Sungai Kayan dan beberapa ruang lainya yang disiapkan untuk pelaku UMKM lokal Bulungan.

Atas upaya tersebut, Pemkab Bulungan meraih penghargaan apresiasi daerah peduli umkm dan potensi sumber daya lokal, dari Kompas TV yang diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam acara HUT Kompas TV di bulan September lalu.

Kemudian sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi lokal yang harus terus diperkuat. Sektor ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Program ini bukan hanya soal produksi pangan, tapi juga bagian dari strategi besar dalam menyuplai kebutuhan proyek-proyek strategis nasional seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning–Mangkupadi dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Di tahun 2025 ini, kita melaksanakan program cetak sawah baru seluas 2.600 hektare untuk meningkatkan produksi pangan dan oplah (optimalisasi lahan) seluas 2.265 hektare yang sudah diselesaikan. Serta untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Tahun ini pula, sebanyak 2.600 hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bulungan mendapatkan dukungan dari progra3m Oplah yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI),” papar Syarwani.

Pemkab Bulungan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Kodim 0903 Bulungan dan Polresta Bulungan untuk pemanfaatan lahan, pendampingan teknis petani, dan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan produktivitas. Untuk penanaman jagung seluas 3.737 hektare di tahun 2025 ini yang bekerjasama dengan polri. Dalam pelaksanaan kegiatan ini turut didampingi oleh pihak kejaksaan untuk cetak sawah dan proyek strategis daerah.

Kemudian ke depan, target 17 ribu hektare akan di kelola untuk lahan pertanian dan yang sudah ditetapkan melalui LP2B (lahan pertanian pangan berkelanjutan) yaitu seluas 5.200 hektare. Untuk irigasi, jaringan irigasi fungsional seluas 1.767,9 hektare tahun 2024, meningkatkan dari tahun 2023, 1.624 hektare untuk mendukung pertanian.

Baca juga  Ini Sejarah 1 Juli diperingati Sebagai Hari Bhayangkara, Momen Penting Hingga Terbentuknya Polri

“Program ini kita yakini akan menjadi motor penggerak baru dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjadikan Bulungan sebagai lumbung pangan regional,” terangnya.

Selanjutnya Pemkab Bulungan juga turut memperhatikan konektifitas antar wilayah di Kabupaten Bulungan yaitu berupa pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan , hingga pendistribusian internet starlink. Panjang total jalan 951,8 kilometer di tahun 2020, menjadi 1.072,3 kilometer di tahun 2024. Jumlah total jembatan 143 unit di tahun 2020 menjadi 158 unit di tahun 2024.

Kemudian kondisi jalan rusak berat sepanjang 429 kilometer di tahun 2020, berkurang menjadi 353 kilometer di tahun 2024. Hal ini seiring dengan peningkatan kondisi jalan yang baik sepanjang 214 kilometer di tahun 2020, meningkat menjadi 310 kilometer di tahun 2024.

“Tahun 2025 total 56 kilometer kita lakukan penambahan jalan mantap. Kita juga telah memperluas jangkauan layanan digital ke seluruh pelosok wilayah sebagai upaya untuk mewujudkan desa pintar desa digital. Tahun ini kita mengaktifkan sebanyak 28 perangkat starlink, untuk memperkuat akses internet di kawasan perdesaan, puskesmas dan sekolah-sekolah,” sebutnya.

Kemudian di tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan juga meningkatkan pelayanan ke masyarakat, salah satunya dengan pembukaan atau penambahan jalur / rute baru DAMRI dari Tanjung Selor ke Desa Long Tungu di Kecamatan Tanjung Palas Barat dan dari Desa Mangkupadi di Tanjung Palas Timur ke Tanjung Selor.

“Dalam waktu dekat akan dibuka lagi rute dari Peso ke Tanjung Selor dan SP 7 ke Tanjung Selor. Hal ini untuk memberi akses kemudahan transportasi kepada masyarakat dengan biaya yang terjangkau atau lebih murah,” katanya.

Pada kesempatan berbahagia ini juga dirinya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, kepada Masyarakat Hukum Adat Punan Batu Benau Sajau, masyarakat Punan Batu Benau di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur, berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, yaitu kalpataru di tahun 2024. Penghargaan ini diberikan pemerintah pusat karena masyarakat Punan Batu Benau berkomitmen menyelamatkan lingkungan, dengan menjaga kelestarian hutan adat di sepanjang tepian hulu Sungai Sajau dan hutan di sekeliling Gunung Benau.

“Keberadaan masyarakat Punan Batu Benau selama ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten  Bulungan, karena selaras dengan komitmen kita menjalankan program pembangunan berkelanjutan. Perhatian tersebut kita buktikan dengan menyerahkan Surat Keputusan Bupati tentang Perlindungan Masyarakat Hukum Adat pada masyarakat Punan Batu sejak tahun 2023 dan di tahun 2025, kita juga memberikan Surat Keputusan Bupati nomor 100.3.3.2/400 tahun 2025 tentang Masyarakat Hukum Adat Punan Tugung,” ungkap Syarwani.

Kemudian di Kabupaten Bulungan juga telah mencanangkan integrated area development (IAD) atau pembangunan kawasan terpadu di Lanskap Kayan, yang ditandatangani pada Desember 2023 dan menjadikannya  wilayah kesembilan yang ada di Indonesia. Kehadiran IAD diperkuat oleh Peraturan Presiden nomor 28 tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Semangat pemerintah pusat ini selaras dengan strategi pemerintah daerah Kabupaten Bulungan yang memiliki semboyan Tenguyun Hutanku untuk mewujudkan pemeliharaan dan pemanfaatan hutan, tanpa meninggalkan keragaman dan kearifan lokalnya. Semangat itu diturunkan pada kawasan IAD Lanskap Kayan yang tersebar di 18 Desa dengan luas sekitar 568.182 hektare.

Baca juga  Polres Malinau Gelar Upacara HUT Bhayangkara Ke-78

Pemerintah daerah bersama sejumlah mitra strategis, yang telah memetakan potensi pengembangan di bentang alam ini, yang dikombinasikan dengan pola perhutanan sosial. Kedepan, tidak hanya di lanskap Kayan tapi juga akan dikembangkan di wilayah lainnya di Bulungan yang memiliki potensi.

Tercatat ada agro forestri (wanatani), silvo pastura, silvo fishery (perikanan), hasil hutan non kayu, dan ekowisata siap dikembangkan pada wilayah setengah juta hektare ini.

“Pengembangan ini kita lakukan dengan merangkul birokrat, masyarakat, akademisi, sektor swasta, serta media. Selama ini, kita telah memiliki program Mandau Tani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) program pertanian dalam artian luas untuk mewujudkan kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal secara terpadu hulu-hilir. Mandau Tani mengusung kakao dan kopi sebagai komoditas unggulan. Pengembangan komoditas kakao hingga 2022 mencapai 634 hektare, sedangkan komoditas kopi mencapai 308 hektare. Selain dua komoditas tersebut, desa-desa sepanjang Sungai Kayan adalah produsen buah seperti: durian, duku, lai, langsat, cempedak, kapul, kelengkeng, jambu madu, dan beberapa buah lainnya. Kawasan ini juga berpotensi untuk pengembangan peternakan lebah madu dan pengolahan minyak atsiri,” paparnya.

Komoditas-komoditas tersebut bisa dibudidayakan pada kawasan perhutanan sosial dan Area Penggunaan Lain di lanskap Kayan. Selanjutnya, juga telah mengembangkan, Kebun Raya Bunda Hayati sejak 2023. Saat ini, sekitar 30 hektar kawasan telah dikelola sesuai dengan masterplan bekerjasama dengan BRIN (badan riset dan inovasi nasional) dari total luas sekitar 86 hektare. 

“Disini adalah kawasan publik eco eduwisata Kabupaten Bulungan, tidak kurang ada 26 jenis buah maupun pohon kayu yang berasal dari Kabupaten Bulungan ada di tempat ini. Kami berharap, kebun raya ini tidak hanya menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Bulungan tapi juga Provinsi Kaltara,” ucapnya.

Seperti diketahui, penurunan stunting adalah prioritas nasional dan komitmen Pemerintah Bulungan. Stunting bukan sekadar isu pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kecerdasan, produktivitas, hingga masa depan bangsa. Untuk itu, berbagai langkah strategis telah diimplementasikan, mulai dari rembuk stunting hingga tingkat kecamatan, penguatan peran Posyandu, pelatihan kader kesehatan, peningkatan cakupan gizi balita, intervensi berbasis data untuk keluarga berisiko, hingga pendekatan Pentahelix yang melibatkan dunia usaha, akademisi, media, masyarakat, dan pemerintah.

Berdasarkan survei status gizi indonesia (SSGI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia setiap tahun menunjukkan, prevalensi stunting di Kabupaten Bulungan, mengalami penurunan signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2021 prevalensi  stunting masih di angka 22,90 persen. Selanjutnya pada 2022 turun menjadi 18,90 persen, dan akhirnya menjadi 15,90 persen pada 2024.

“Ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif pemerintah desa, kader posyandu, serta masyarakat. Meski begitu, kita semua harus tetap waspada dan konsisten menjaga tren penurunan ini. Kita harus pastikan setiap anak di desa tersebut tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Kita tidak ingin stunting menjadi warisan untuk generasi mendatang, kami dari Pemerintah daerah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan juga berkomitmen untuk terus melaksanakan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan:
Berita Terkait