BULUNGAN-Pelabuhan Kayan II, sebagai salah satu pintu gerbang transportasi perairan di wilayah Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas penduduk serta distribusi barang. Oleh sebab itu, pengamanan dan pelayanan di pelabuhan ini tidak boleh dianggap remeh untuk menjamin keselamatan serta kelancaran aktivitas pelayaran antar daerah, terutama dengan rute populer seperti Tanjung Selor – Tarakan dan sebaliknya. Pos Pelayanan di Pelabuhan Kayan II dibentuk sebagai wujud komitmen tersebut, dengan dukungan penuh berbagai pihak terkait.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto S.I,K, Melallui Humas Aipda Hadi Pelaksanaan pos pelayanan di Pelabuhan Kayan II untuk hari Minggu, tanggal 21 Desember 2025, dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai kegiatan. Pos ini dijadwalkan beroperasi langsung di lokasi pelabuhan, khususnya di area Pelayanan Sungai Kayan II. Penempatan personil dan alat serta tindakan preventif dilakukan secara terkoordinasi untuk menghadapi lonjakan aktivitas transaksi dan mobilitas penumpang pada hari tersebut.
Dalam rangka menjamin keamanan dan kelancaran operasional pelabuhan, personil pengamanan yang diturunkan terdiri dari berbagai unsur, yakni Polresta Bulungan 6 personil bertugas menjaga keamanan wilayah, mengawasi aktivitas di pelabuhan, dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat serta penumpang.
TNI AL 2 personil mengawal keamanan jalur perairan secara khusus serta membantu penanganan logistik dan koordinasi maritim, DINKES/PMI 3 personil bertugas memberikan pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan bila terjadi keadaan darurat medis.
KPLP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) 2 personil bertanggung jawab atas pengawasan dan keselamatan kegiatan pelayaran serta memastikan protokol keselamatan pelabuhan terpenuhi, BASARNAS 2 personil yang siaga untuk melakukan penanganan atau evakuasi bila terjadi kecelakaan di jalur pelayaran.
DISHUB 2 personil yang mengatur lalu lintas transportasi dan memastikan koordinasi antar moda berjalan lancar, Pihak lain seperti TNI AD, Satpol PP tidak diturunkan personil pada kegiatan PAM hari tersebut, namun tetap dalam koordinasi pengamanan.

Pos pelayanan di pelabuhan ini melaksanakan serangkaian kegiatan yang sangat penting untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional pelabuhan pada hari yang dipenuhi aktivitas tinggi.
Apel Pengecekan Personil Sebelum operasi dimulai, apel pengecekan personil dilakukan secara disiplin untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi prima, lengkap perlengkapan, dan memahami tugas yang akan mereka emban. Apel ini menjadi momen koordinasi terakhir agar pengamanan berjalan efektif.
Pengamanan di Pos Pelayanan Personil petugas berjaga secara bergiliran di pos pelayanan untuk memberikan rasa aman kepada penumpang, pengendara speed boat, serta masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan. Mereka juga berperan sebagai penghubung pengaduan dan memberikan arahan bila terjadi gangguan.
Patroli di Sekitar Pelabuhan Patroli rutin dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan dinas untuk memantau situasi secara langsung di sekitar pelabuhan dan area sungai, guna mendeteksi potensi gangguan keamanan atau pelanggaran yang bisa merugikan warga dan kelancaran aktivitas pelayaran.
Pengaturan Lalu Lintas Kawasan pelabuhan yang biasanya padat dengan kendaraan motor, mobil angkutan, maupun pejalan kaki, harus diatur dengan baik agar tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan. Petugas dishub bersinergi dengan polisi mengarahkan arus lalu lintas sehingga operasional pelabuhan tetap aman dan teratur.
Pengawasan Jumlah Penumpang dan Manifes Salah satu tugas vital adalah mengecek kebenaran dan keakuratan data jumlah penumpang yang berangkat maupun tiba, sesuai manifes yang telah diregistrasi. Hal ini guna mencegah kelebihan kapasitas yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Himbauan Keselamatan untuk Motoris Speed Boat dan Agen Tiket Petugas rutin memberikan himbauan kepada para motoris speed boat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam mengemudikan armada mereka. Selain itu, agen penjualan tiket diingatkan untuk tidak menjual tiket melebihi kapasitas speed boat agar keselamatan penumpang tidak terkompromikan.
Pengecekan Perlengkapan Keselamatan Petugas secara berkala memeriksa ketersediaan dan kondisi alat keselamatan seperti jaket pelampung, alat pemadam kebakaran, dan perlengkapan darurat lainnya pada setiap speed boat yang beroperasi dari Pelabuhan Kayan II.
Pengingat kepada Penumpang Penumpang diimbau untuk selalu memeriksa barang bawaan masing-masing untuk menghindari tertukar atau hilang serta memperhatikan informasi keselamatan selama perjalanan.
Pelabuhan Kayan II merupakan jalur vital sebagai simpul transportasi yang menghubungkan berbagai daerah di Kalimantan Utara maupun provinsi tetangga secara perairan. Dengan banyaknya aktivitas penumpang dan barang, potensi risiko baik dari aspek keamanan maupun keselamatan sangat tinggi jika pengawasan dan pelayanan tidak optimal.
Pos pelayanan dengan pengawalan ketat dari Polresta Bulungan, TNI AL, DINKES, BASARNAS, dan instansi terkait menggambarkan sinergi antar lembaga dalam pengamanan terpadu. Koordinasi semacam ini memastikan bahwa berbagai aspek mulai dari pengaturan lalu lintas, pengecekan kesehatan, pengawalan keamanan, hingga kesiagaan tanggap darurat dapat berjalan secara simultan.
Meskipun pada pelaksanaan kali ini berjalan lancar dan kondusif, keberadaan pos pelayanan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti Kapasitas Pelabuhan yang Terbatas
Situasi pelabuhan yang sempit dan padat membutuhkan pengaturan lalu lintas yang terus-menerus diperbaharui agar tidak terjadi kemacetan dan menghambat kelancaran perjalanan.
Edukasi dan sosialisasi secara berkala perlu dilakukan agar para motoris speed boat dan agen tiket menaati aturan yang berlaku demi keselamatan bersama, Potensi Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca yang tak menentu di daerah pesisir Kalimantan Utara menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan kesiapan dan respon cepat dari petugas pelabuhan dan SAR.

Untuk itu, ke depan diperkirakan akan dilakukan penguatan sarana dan prasarana pendukung, pelatihan keselamatan serta pembentukan sistem komunikasi yang lebih baik antar lembaga terkait. Penambahan personil khususnya di saat weekend dan hari besar juga menjadi bagian dari rencana untuk menghadapi lonjakan aktivitas.
Pos Pelayanan Pelabuhan Kayan II yang dilaksanakan pada 21 Desember 2025 menunjukkan upaya maksimal aparat keamanan dan instansi terkait dalam memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa pelabuhan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan komitmen tinggi dari personil yang bertugas, pelabuhan ini mampu beroperasi dengan tertib dan memberikan pelayanan terbaik.
Pengamanan ini tentu sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dan pelaku jasa angkutan perairan untuk selalu mengikuti anjuran dan memakai prosedur keselamatan yang ada. Sinergi yang terbangun di Pelabuhan Kayan II diharapkan dapat menjadi model terbaik pengelolaan keamanan transportasi perairan di Kalimantan Utara, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus mendukung kemajuan daerah ujarnya. (***)





