TANJUNG SELOR – Pada hari Jum’at, 21 November 2025, sebuah aksi kemanusiaan yang penuh rasa empati dan solidaritas ditunjukkan oleh sinergitas yang kuat antara TNI dan Polri dalam membantu evakuasi seorang warga yang sedang mengalami kondisi kesehatan kritis. Peristiwa itu berlangsung di Pelabuhan Kayan 1, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Korban bernama Ibu Urai, seorang perempuan berusia 70 tahun yang berasal dari Long Pari, tengah mengalami sakit serius dan membutuhkan perawatan medis segera. Kondisi tersebut semakin disulitkan oleh keterbatasan akses transportasi dan medan yang sulit menuju fasilitas kesehatan yang layak. Menyikapi keadaan tersebut, anggota TNI dan Polri yang bertugas di Pelabuhan Kayan 1 secara sigap dan tanpa keragu-raguan turun tangan membantu evakuasi dengan menggunakan tandu guna mempercepat proses pengangkutan dan memastikan keselamatan pasien.
Kedatangan Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Wiyoto Abady, beserta istri ke lokasi evakuasi menambah semangat dan perhatian khusus terhadap situasi ini. Kapolda yang tengah dalam perjalanan dinas menuju Kota Tarakan segera memerintahkan anggota Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) untuk memprioritaskan evakuasi dan melakukan pengawalan agar keselamatan dan kenyamanan Ibu Urai selama perjalanan ke Rumah Sakit di Tanjung selor terjamin.
Kapolda didampingi oleh Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, serta sejumlah pejabat utama Polresta Bulungan yang turut serta mengawal perjalanan tersebut hingga keberangkatan kapal di Pelabuhan Kayan 1. Kiprah Kapolresta Bulungan yang turut mengantar rombongan Kapolda menegaskan koordinasi dan tanggung jawab bersama antar institusi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Kegiatan evakuasi ini menjadi simbol nyata sinergitas dan soliditas antar institusi TNI dan Polri yang senantiasa menjunjung tinggi rasa empati dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam keadaan darurat. Keberhasilan evakuasi Ibu Urai menegaskan komitmen kedua institusi ini tidak hanya terbatas pada aspek pengamanan keamanan dalam negeri, tetapi juga mengambil peran aktif sebagai pelayan publik yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Kerja sama yang erat ini mencerminkan kapasitas profesionalisme yang tinggi sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan. Dengan bersinergi, TNI dan Polri mampu menghadirkan solusi cepat dan tepat di tengah situasi genting yang dihadapi warga.
Kasus evakuasi Ibu Urai adalah gambaran nyata tantangan yang kerap dihadapi masyarakat di wilayah terpencil seperti Long Pari, Kalimantan Utara. Jarak geografis yang jauh, kondisi jalan yang belum memadai, dan keterbatasan transportasi membuat akses kesehatan menjadi hambatan signifikan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas instansi, terutama antara aparat keamanan dan pemerintah daerah sangat penting agar layanan kesehatan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.
Kecepatan respons dan kesiapsiagaan aparat dalam membantu evakuasi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa warga, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap peran negara di tengah masyarakat.
Bantuan yang diberikan berupa pengangkutan tandu oleh TNI dan Polri merupakan wujud nyata kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat yang melampaui tugas pokok mereka sebagai penjaga keamanan dan ketertiban. Peran ini menunjukkan bahwa aparat negara memiliki jiwa kemanusiaan dan tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberikan solusi dalam kondisi darurat, terutama yang menyangkut nyawa manusia.
Sinergitas antara TNI dan Polri dalam tugas kemanusiaan ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran dan komunitas masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai solidaritas dan gotong-royong dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Reporter: Bli Made





