Slip Ban Hingga Terjun Kebawah Jembatan, Supir Terios Tewas Ditempat

Selasa, 18 November 2025

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Tidak dapat mengendalikan kendaraanya di salah satu titik tikungan penurunan di Kilometer 17 Kecamatan Tanjung Selor di Jalan Poros Bulungan Berau.

Sebuah mobil Daihatsu Terios warna putih alami kecelakaan tunggal hingga terjun ke bawah jembatan. Kejadiannya pada hari Minggu (16/11/2025) sekira pukul 18.00 Wita.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasat Lantas Polresta Bulungan AKP Yonathan Kurniawan mengatakan mobil Daihatsu Terios berplat KU 1571 AF mengalami Out Of Control (laka lantas tunggal).

Baca juga  Sinergitas Kodim 0903/Bulungan dan Polresta Bulungan Bagikan Takjil dan Sembako Kepada Masyarakat

“Akibat kejadian tersebut pengemudi atas nama Iswandi (54) meninggal dunia di lokasi kejadian,” ucapnya, Selasa (18/11/2025).

Dia menjelaskan mobil tersebut berjalan dari arah Berau hendak menuju ke Tanjung Selor pada saat melintasi Jalan Ahmad Yani KM 17 tepatnya pada jembatan  KM 17 yang dikemudikan oleh Iswandi dengan 2 orang penumpang bernama Halipa dan Dyah Astutik.

“Mobilnya mengalami slip ban dikarenakan kondisi jalan licin turunan gunung tikungan tajam sehingga pengemudi ini tidak dapat mengendalikan kendaraannya lalu menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang jembatan,” tuturnya.

Baca juga  Korban Tewas Terbakar di Semangka, Diduga Ada Unsur Kesengajaan. Polisi Dalami Motifnya...

Akibat dari kecelakaan tersebut Iswandi mengalami luka robek pada bagian kepala dan meninggal dunia pada saat di TKP. Sementara itu Halipa memgalami robek di daerah hidung dan patah tulang bagian belakang tepatnya pada tulang ekor, sedangkan dan Dyah Astutik mengalami memar di bagian kepala.

“Korban telah dibawa kerumah duka dan dimakamkan. Sementara untuk kedua penumpangnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit,” paparnya.

Baca juga  Sambut HUT Bhayangkara ke-78, Polda Kaltara Bagikan 8.000 Paket Bansos

Yonathan menambahkan upaya kepolisian saat ini akan melakukan evakuasi kendaraan yang masih dibawah jembatan. Dengan cara mengangkatnya dari dasar jembatan.

“Disitu memang susah signal dan rawan laka karena rata-rata yang menuju Berau atau dari Berau mungkin kelelahan juga. Tidak ada pemukiman dan tidak ada rest area juga. Kami sudah langsung memasang banner untuk hindari laka,” pungkasnya.

Bagikan:
Berita Terkait