TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUPRKP) menggelar sosialisasi pelayanan lumpur tinja di Pendopo Djaparuddin, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, pada Kamis (9/10/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi layanan publik, khususnya pengelolaan sanitasi.
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Cipta Karya dan Jasa Konstruksi DPUPRKP Tana Tidung, Rico Ardianto, menjelaskan bahwa layanan penyedotan lumpur tinja tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelayanan publik, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
“Melalui pengelolaan retribusi layanan penyedotan lumpur tinja, kita tidak hanya meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujar Rico.
Rico menambahkan, berdasarkan perhitungan sementara, potensi pendapatan dari layanan ini dapat mencapai Rp25 juta per bulan, tergantung tingkat partisipasi masyarakat serta efektivitas pengelolaan di lapangan. Pendapatan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan pelayanan publik dan pembiayaan kegiatan sanitasi di wilayah Tana Tidung.
Selain menambah PAD, program ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan tarif sekitar Rp350 ribu per penyedotan, masyarakat tidak perlu lagi membangun septic tank baru yang biayanya bisa mencapai Rp5 juta. Hasil penyedotan pun Septic tank dapat bertahan hingga tiga tahun, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi ini turut menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan serta pengoperasian instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT), agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Program pelayanan lumpur tinja ini akan menjangkau sekitar 25 desa di empat kecamatan, yakni Sesayap, Sesayap Hilir, Betayau dan Muruk Rian.
DPUPRKP menargetkan masyarakat dapat memahami tata cara layanan, mekanisme retribusi, serta manfaat kesehatan dan lingkungan dari kegiatan penyedotan lumpur tinja secara berkala.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang sehat, sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan PAD melalui retribusi layanan publik,” tutup Rico.
Acara tersebut dihadiri Kadis PUPRKP Tana Tidung H. Hadi Aryanto oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi, aparat TNI–Polri, kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Sosialisasi dibuka Asisten Uus Rusmanda dengan sambutan hangat yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan sanitasi dan kebersihan lingkungan di wilayah Tana Tidung.(**)





