Teman dan Warga Temukan Hal Aneh Pada Korban, Diduga AKG di Pukul

Kamis, 24 April 2025

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Kasus kematian AKG terus bergulir, kepolisian masih fokus melakukan penyelidikan dan mencari tahu penyebab pasti kematiannya.

Terbaru, teman dekat korban bercerita kepada media Publika, saat korban AKG masih hidup sempat melihat hal yang janggal pada tubuh korban.

Banyak isu yang mengatakan jika korban meninggal karena unsur kesengajaan. Hanya saja polisi menyelidikinya.

“Lengan bagian kanan di dekat pergelangan tangannya terlihat lebam. Tapi tidak terlalu kelihatan warna merah,” ucap J teman korban. Hanya saja korban yang dikenalnya selalu ceria, sehingga tidak pernah menyinggung tanda lebam tersebut.

Baca juga  Operasi Mantap Praja Kayan 2024: Memastikan Pilkada Berjalan Lancar dan Aman

“Saya tidak tanyakan, saya pikir lebamnya itu karena terkena hal yang lain jadi saya tidak terlalu abut (peduli)-nya,” paparnya.

Setelah kematian korban karena terbakar didalam kamarnya, J mengaku jika AKG masuk dalam mimpinya yang seolah nyata terlihat. Didalam mimpi J, korban terlihat minta tolong sembari menangis.

“Saya tidak bohong, dia minta tolong sambil nangis se-olah-olah dia ingin kasih lihat sesuatu sama saya tapi terhalang sama orang hitam yang besar sekali,” terangnya.

Baca juga  Pengakuan Tersangka Pemberi Jajanan yang Racuni Jemaah Pengajian di Kediri

Sementara itu, salah satu warga di Jalan Jambu bernama Andri mengaku jika pernah melihat anak perempuan ditemani anak kecil datang ketempatnya dengan maksud minta pertolongan. Pasalnya saat itu ada polisi yang tengah melakukan pengaturan lalu lintas lalu beristirahat ditempatnya.

“Waktu itu tidak pakai seragam sekolah, pakaian biasa saja. Datangnya pagi, sambil menangis yang terlihat kepalanya benjol dan lengannya lebam,” ujar Andri.

Baca juga  Bupati Bulungan memberikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 251 ASN,

Dirinya pun menyarankan agar membuat laporan di kantor polisi saja. Walaupun yang ditemui pagi itu adalah anggota polisi yang sedang atur lalu lintas.

“Katanya dia dipukul orangtuanya dan mau buat laporan. Saya berikanlah polpen sama kertas untuk menulis laporannya dan saya sarankan melapor ke Polresta,” jelasnya. (rdi)

Bagikan:
Berita Terkait