PUBLIKA-Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) Jaya buka suara soal keterlibatan prajurit TNI dalam kasus pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih Muhamad Ilham Pradipta. Mereka ikut dalam upaya penculikan hingga penganiayaan korban
Kedua prajurit tersebut adalah Kopral Dua Feri Herianto serta Sersan Kepala Mohammad Nasir. “Dua orang tersangka atas nama Serka N dan Kopda F,” kata Komandan Pomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus, Selasa, 16/9/2025.
Donny juga membenarkan status kedua orang tersebut sebagai anggota satuan elit di TNI Angkatan Darat. “Statusnya mereka berasal dari Detasemen Markas Kopassus,” ujar Donny dalam konferensi pers. Menurut Donny, baik Feri maupun Nasir juga dalam status Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) sehingga sedang dicari oleh satuannya yaitu Kopassus.
“Tetapi belum sampai desersi,” tutur Donny. Donny menjelaskan, Feri dalam kasus ini bertindak sebagai perantara. Dia yang bertugas menjembatani para auktor intelektualis dengan tim yang bertugas untuk menculik korban yaitu Erasmus Wawo dan kawan-kawan. Keikutsertaan Feri dalam kasus ini juga tidak lepas dari peran Nasir. Dialah orang yang memberikan Feri pekerjaan untuk menculik paksa almarhum Ilham dengan imbalan uang 95 juta rupiah.
Nasir termasuk tersangka yang dikategorikan sebagai auktor intelektualis sekaligus pelaku penganiayaan. Musababnya, Nasir ketika itu juga ikut memegangi dada korban agar tidak berontak. Nasir jugalah yang kemudian ikut membuang korban yang sudah dalam kondisi lemas di sebuah lahan kosong. “Setelah korban diletakkan di tempat tersebut, selanjutnya Serka N kemudian meninggalkan lokasi,” ucap Donny.
Kepolisian sebelumnya mengungkapkan ada empat kluster dalam kasus pembunuhan dengan total 15 pelaku. Klaster pertama adalah auktor intelektualis yaitu Candy alias Ken, Dwi Hartono, Yohanes Joko, serta Antonius. Kedua adalah klaster yang bertugas membuntuti yang terdiri atas Rohmat Sukur, Eka, dan Wiranto.Dikutif tempo.
Kemudian ada tim penculik yaitu Erasmus Wawo, Emanuel Woda Berto, Johanes Ronald Sebenan, Andre Tomatala, serta Reviando. Tim penculik kemudian menyerahkan korban kepada pelaku penganiayaan yaitu Nasir, David, dan Neo. Ketiga orang inilah yang kemudian membuang korban lalu pergi begitu saja. (**)





