PUBLIKA SOLO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan turut serta dalam Pertemuan Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) yang diselenggarakan di Kota Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 21 hingga 24 Oktober 2025. Kegiatan nasional yang berlangsung selama empat hari ini mengangkat tema “Monitoring dan Evaluasi Program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH) Global Fund AIDS, Tuberculosis, and Malaria (GF ATM), Penguatan Perencanaan dan Pembiayaan Daerah Menuju Ending AIDS, TBC, dan Malaria.”
Bupati Bulungan Syarwani Melalui Kepala Dinas Kesehatan drg. Imam Sujono,” Pertemuan nasional ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) se-Indonesia, pengurus ADINKES pusat dan daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program kesehatan, khususnya program RSSH yang didukung oleh Global Fund, guna mengeliminasi penyakit AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria yang menjadi fokus prioritas nasional.
Selama forum berlangsung, peserta mendapatkan berbagai paparan penting mengenai capaian program RSSH GF ATM, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta strategi percepatan eliminasi tiga penyakit tersebut di tingkat daerah. Diskusi juga menitikberatkan pada penguatan perencanaan dan pembiayaan kesehatan di daerah agar mendukung pelaksanaan program yang efektif dan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan meliputi Evaluasi capaian pelaksanaan program RSSH di berbagai wilayah Optimalisasi perencanaan program kesehatan sesuai dengan karakteristik daerah Strategi pengelolaan pembiayaan kesehatan daerah yang efisien dan transparan Kolaborasi lintas sektor untuk mendukung target Ending AIDS, TBC, dan Malaria.
Perwakilan Dinkes Bulungan dalam pertemuan ini, dr. Imam Sujono, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum nasional ini merupakan momentum penting bagi daerah untuk memperkuat kapasitas pengelolaan program kesehatan. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Bulungan serius dalam menghadapi target nasional untuk mengeliminasi AIDS, TBC, dan Malaria sesuai dengan agenda pembangunan kesehatan nasional.
“Keikutsertaan kami di ADINKES ini menjadi kesempatan untuk belajar best practice, memperkuat jejaring, dan menyesuaikan strategi program agar hasilnya maksimal,” ujar dr. Imam.

Selain itu, dr. Imam juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, institusi kesehatan, dan masyarakat dalam mengimplementasikan program kesehatan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Pertemuan nasional ADINKES di Solo diakhiri dengan deklarasi komitmen bersama dari seluruh peserta untuk meningkatkan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program kesehatan di daerah masing-masing. Ditekankan pula pentingnya menjaga kesinambungan dan keberlanjutan program kesehatan masyarakat agar tujuan Ending AIDS, TBC, dan Malaria bisa tercapai dengan efektif.
Partisipasi Dinkes Kabupaten Bulungan dalam Pertemuan Nasional ADINKES menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan program kesehatan di daerah. Melalui koordinasi yang kuat dan penyesuaian strategi yang tepat, diharapkan Kabupaten Bulungan dapat mempercepat pencapaian target eliminasi penyakit prioritas nasional dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan komitmen bersama dan dukungan dari berbagai pihak, masa depan program kesehatan di Bulungan akan semakin cerah, membawa manfaat besar bagi masyarakat luas dan mendukung terciptanya Indonesia yang sehat dan sejahtera ujar Imam Kepada Media Publika.
Reporter Publika: I Made Wahyu Rahadia





