PUBLIKA-Direktorat Samapta Polda Kaltara melaksanakan kegiatan Pembaretan Baja Angkatan 52/56 sebagai salah satu agenda penting dalam rangka pembinaan dan penyiapan personel baru untuk menghadapi tugas pokok di lapangan. Kegiatan pembaretan merupakan simbol resmi atas perubahan status peserta didik menjadi personel penuh yang siap mengemban tugas Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah Kalimantan Utara.
Dirsamapta Polda Kalta Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya S.I.K,,” Pembaretan adalah sebuah tradisi dan ritual yang memiliki makna mendalam dalam institusi kepolisian dan militer. Baret coklat yang dikenakan menandai identitas sebagai anggota Korps Sabhara, yang notabene bertanggung jawab langsung dalam menjaga ketertiban publik, pengendalian massa, serta penanganan situasi darurat dan gangguan kamtibmas.
Direktorat Samapta Polda Kaltara, pemberian baret ini menjadi bukti resmi bahwa personel baru telah siap secara mental, fisik, dan keilmuan untuk diterjunkan dalam tugas-tugas strategis yang menuntut profesionalisme, keberanian, dan loyalitas tinggi.nMelalui acara pembaretan ini juga diharapkan terbentuk jiwa korsa antar personel, yang akan memperkuat soliditas dan kekompakan dalam menghadapi dinamika pelayanan publik dan penanganan gangguan keamanan. Maksud dari kegiatan pembaretan ini adalah untuk melantik dan mengukuhkan secara resmi anggota baja Angkatan 52/56 sebagai Personel Direktorat Samapta Polda Kaltara, sehingga berhak menggunakan baret coklat sebagai simbol resmi Korps Sabhara.
Memberikan pengesahan formal dan simbolis atas transformasi status personel dari peserta didik menjadi anggota aktif Dit Samapta. Menanamkan jiwa korsa dan solidaritas sekaligus membangun kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Korps Baret Coklat. Meningkatkan motivasi, etos kerja, dan dedikasi para personel baru dalam menjalankan tugas. Meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Andreas Menambahkan,” Kegiatan pembaretan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 2 Oktober 2025 hingga Sabtu, 4 Oktober 2025 di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Dengan suasana alam yang asri, acara ini tidak hanya berlangsung dengan khidmat tetapi juga penuh kekeluargaan. Setiap rangkaian acara disusun dengan penuh perencanaan agar memberikan kesan mendalam bagi seluruh anggota yang dilantik. Pada hari pertama, pelaksanaan apel pembukaan dan pemaparan nilai-nilai dasar kepolisian menjadi momen penting yang mengisi motivasi personel baru.
Hari kedua diisi dengan berbagai seremonial, mulai dari pemasangan baret secara simbolis oleh para pimpinan kepada setiap anggota baja, pembacaan ikrar serta penguatan mental dan disiplin oleh Direktur Samapta. Kegiatan ini menjadi titik awal bagi para anggota baru untuk benar-benar menjiwai tugas dan tanggung jawab sebagai personil polisi. Pada hari terakhir, kegiatan diisi dengan refleksi, evaluasi diri dan pemberian arahan lanjutan mengenai integritas, profesionalitas, serta pelayanan publik yang humanis dan efektif. Semua berlangsung lancer tanpa hambatan, dengan tingkat keamanan dan keteraturan yang tinggi.
Seluruh anggota Angkatan 52/56 resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai personel Dit Samapta Polda Kaltara, yang berarti mereka berhak mengenakan baret coklat dan memulai tugas di lapangan secara resmi. Terbangunnya Jiwa Korsa dan Soliditas Acara pembaretan berhasil menumbuhkan ikatan emosional dan rasa solidaritas yang kuat antar anggota serta antara pimpinan dan personel baru. Ini menjadi modal penting untuk menjalankan tugas secara kolektif dan sinergis.
Direktur Samapta menyampaikan pesan-pesan pembinaan sekaligus memberikan motivasi agar seluruh anggota mampu menjadi personel yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas.Kondisi Aman dan Kondusif Pembaretan berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif, mencerminkan disiplin dan pengorganisasian yang baik dari pihak penyelenggara dan keterlibatan aktif semua pihak.
Menggunakan baret coklat bagi anggota Direktorat Samapta bukan sekadar simbol visual, tetapi mengandung makna filosofis yang dalam. Baret melambangkan ketegasan, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih dalam menjaga keamanan masyarakat. Warna coklat yang identik dengan tanah juga menyiratkan kedekatan personel dengan akar masyarakat dan lingkungan tempat bertugas. Dengan demikian, setiap anggota yang mengenakan baret diharapkan memiliki karakter yang kuat, tangguh, tetap rendah hati, dan selalu siap mendengar suara rakyat.
Selain itu, baret juga menjadi tanda pengenal yang membedakan personel Sabhara dari korps lain, membangun semangat kebersamaan sekaligus rasa memiliki terhadap institusi kepolisian khususnya di lingkungan Direktorat Samapta. Setelah resmi dilantik, anggota baja Angkatan 52/56 segera berperan aktif dalam menjalankan tugas di lapangan. Personel Direktorat Samapta memiliki tanggung jawab meliputi pengamanan operasional, pengendalian massa, patroli, dan penanganan kejadian gawat darurat.

Kesiapan fisik dan mental yang telah diperkuat melalui pembinaan ketat sepanjang pendidikan dan momentum pembaretan adalah modal utama untuk menghadapi tantangan di lapangan yang dinamis. Selain tugas keamanan, anggota Dit Samapta juga diberi porsi penting untuk menjadi ujung tombak interaksi masyarakat dengan Polri. Dengan semangat baru yang menyala, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keamanan publik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, disiplin, dan integritas demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif di wilayah Kalimantan Utara.
Kegiatan pembaretan tidak berhenti pada acara seremonial, melainkan menjadi pijakan awal yang mengarah pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Polri yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Diharapkan seluruh anggota Angkatan 52/56 dapat terus mengasah kemampuan, mengikuti pelatihan lanjutan, dan menjalin sinergi erat dengan berbagai unsur masyarakat serta stakeholder demi mendukung tugas dan fungsi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Polri khususnya Direktorat Samapta Polda Kaltara juga berencana mengadakan program pembinaan berkelanjutan, seperti pelatihan soft skill, manajemen stres, hingga edukasi tentang penanganan konflik sosial agar personel tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga matang dalam aspek psikologis dan kultural. Dengan komitmen yang terus dijaga dan semangat membara, diharapkan Korps Sabhara Dit Samapta Polda Kaltara dapat menjadi garda terdepan dalam membangun keamanan yang humanis dan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Pembaretan Baja AK 52/56 Direktorat Samapta Polda Kaltara merupakan tonggak penting dalam perjalanan karier dan pengabdian personel baru. Acara ini bukan sekadar seremonial melainkan peneguhan terhadap tanggung jawab besar menjaga harkamtibmas yang berkualitas dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme yang telah ditanamkan dalam kegiatan ini, anggota baru diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, dan integritas tinggi demi mewujudkan Kalimantan Utara yang aman, damai, dan teratur.
Polri melalui Direktorat Samapta akan terus berupaya meningkatkan kualitas personelnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang siap menghadapi segala tantangan zaman dengan karakter kuat dan jiwa korsa yang kokoh ujar Andreas Kepada Publika.
Reporter Publika: Made Wahyu Rahadia





