TANJUNG SELOR – Kebakaran yang menyebabkan kurang lebih 11 unit kios di Jalan Jelarai Raya tepat didepan Tugu Lemlai Suri pada hari Jumat (30/1/2026) berhasil dipadamkan petugas.
Setelahnya, kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan hingga ditemukan beberapa keterangan terkait penyebab kebakaran tersebut.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Ps. Kasi Humas Polresta Bulungan, Aipda Hadi mengatakan beberapa saksi telah dimintai keterangan salah satunya Ehud Fernandus (38) sebagai pemilik konter handphone.
Kepada polisi Ehud menceritakan awal kebakaran, yakni sekitar pukul 18.30 WITA, Ehud sedang melakukan perbaikan telepon genggam di konter miliknya. Secara tiba-tiba muncul garis-garis api di bagian depan konter tersebut. Tidak lama kemudian, api berhasil dipadamkan dengan menggunakan pasir.
“Namun, setelah dilakukan pemadaman, diketahui bahwa api tidak hanya muncul di depan konter, melainkan juga di warung sembako serta tempat penjualan BBM milik ibu Hasriani dimana api tersebut berada di samping garasi parkiran mobil milik ibu Hasriani,” tuturnya.
Selanjutnya, secara tiba-tiba sebuah mobil keluar dari garasi dalam kondisi api masih menyala di samping tangki mobil jenis Hilux yang dikemudikan oleh Muhammad Dong.
Sehingga api terlihat membentuk garis di sepanjang jalan aspal saat mobil tersebut melaju meninggalkan warung dalam kondisi tangki BBM masih terbuka dan api masih menyala.
“Ehud langsung berteriak meminta bantuan untuk memadamkan api, sehingga pemilik Toko 77 segera menghubungi petugas pemadam kebakaran guna membantu proses pemadaman,” paparnya.
Sementara itu, saksi lainnya Hasriani (54) sekitar pukul 18.30 Wita sedang duduk sambil menjaga toko, kemudian melihat api dari samping rumah milik Wiwi. Kemudian diapun berlari untuk mengambil air membantu menyiram.
“Kemudian ibu Hasriani ini menyuruh Muhammad Dong untuk menyelamatkan mobil hilux yang terparkir di depan lokasi kebakaran dan api menyambar di mobil hilux tersebut setelah mobil tersebut dibawa lari mobil ini menumpahkan minyak dan api menyambar ke aspal,” terangnya.
Hadi merincikan nama-nama pemilik warung dan ruko/kios yang mengalami kebakaran, diantaranya Alif pemilik warung sembako, Wiwi Ariyanti pemilik warung Kapurung, Hasriani pemilik warung sembako dan penjual BBM serta batu nisan, Murni pemilik Toko Loundry dan Jamal pemilik rumah kontrakan.
Selanjutnya, ada Suhardi pemilik toko penjahit, Ehud Fernandus pemilik konter handphone, Heri pemilik pengisian air galon, warung jualan kue, rumah kosong dan bengkel motor dan mobil milik Nuriady.
“Dugaan sementara untuk api berasal dari salah satu kios saat menyalin BBM jenis pertalite di garasi parkiran warung /kios sembako,” ucapnya.
Kata dia, api semakin membesar karena jerigen yang dipakai untuk menyalin BBM tumpah sehingga menyambar api menjadi membesar di sekitar toko.
Untuk api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.40 WITA dengan bantuan dari gabungan personel PMK, TNI, Polri, Pol PP serta masyarakat sekitar. Dengan perlengkapan kendaraan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kaltara, serta dukungan AWC dan kendaraan taktis (rantis) milik Polri.
“Total kerugian yang dialami oleh 11 penghuni rumah dan kontrakan tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp. 900.000.000, dan dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa,” sebutnya.
Untuk TKP saat ini telah dipasang garis polisi (Police Line) oleh personil Satreskrim Polresta Bulungan guna dilakukannya penyelidikan terkait dengan kejadian kebakaran tersebut.
“Ruko dan kios yang terbakar sebanyak 11 unit di Jelarai Raya ini merupakan milik Hasan yang bertempat tinggal di daerah Rawau Payau Tanjung Selor,” pungkasnya.





