PPK 2.5 Pastikan Jalur Wahau Kelay Aman Dilalui Pemudik

Jumat, 6 Maret 2026

KUTAI TIMUR – Guna memastikan jalur arus mudik lebaran Idulfitri 2026 dapat digunakan dengan baik dan lancar. Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) terus upayakan perbaikan jalan.

Salah satunya pada ruas SP. 3 Muara Wahau – Bts. Kab. Kutai Timur/Kab. Berau – Kelay yang merupakan jalan nasional dibawah kendali Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5.

Kepala Satker PJN II Kaltim, Viasmudji I.S Bitticaca melalui PPK 2.5, Syafrizal Haris menjelaskan untuk ruas tersebut beberapa langkah penanganan dilaksanakan agar memastikan jalur mudik tetap aman dan nyaman dilalui pengguna jalan.

“Kegiatan yang dilakukan antara lain penambalan lubang jalan, pengendalian tanaman di bahu jalan, pembersihan saluran drainase, hingga pemasangan rambu peringatan dan rambu bahaya longsor di sejumlah titik rawan,” ucapnya, Jumat (6/3/2026).

Kata dia, khusus untuk longsoran di beberapa ruas Muara Wahau hingga Kelay, sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi fatalitas. Maka dilakukan penutupan menggunakan terpal di setiap longsoran.

“Persiapan ini kami lakukan secara intensif agar pengguna jalan, khususnya masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, bisa melintas dengan lebih aman dan nyaman di ruas Muara Wahau hingga Kelay,” tuturnya.

Dia menyebutkan pada salah satu titik di ruas Muara Wahau Kelay didapati beberapa tanjakan yang cukup memprihatinkan dengan kondisi jalan rusak parah. Upaya dilakukan dengan melakukan perataan permukaan jalan dengan motor grader.

“Perbaikan ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Modern Widya Technical dengan nilai kontrak sekitar Rp 203 miliar menggunakan skema multi years contract (MYC) selama tiga tahun anggaran, yakni 2025 sampai 2027,” sebutnya.

Syafrizal menerangkan lingkup pekerjaan dalam paket SP. 3 Muara Wahau – Bts. Kab. Kutai Timur/Kab. Berau – Kelay meliputi rekonstruksi jalan, rehabilitasi jalan, pekerjaan berkala jembatan, penanganan longsoran, serta pemeliharaan rutin jalan dan jembatan.

“Penanganan awal difokuskan pada segmen STA 38+480 dari Wahau hingga batas Berau dan sampai STA 47+000 di Kelay hingga Labanan. Dimana panjang ruas yang ditangani totalnya mencapai 113,27 kilometer dengan panjang efektif pengaspalan sekitar 17,2 kilometer,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada kontraktor pelaksana dalam menghadapi lebaran Idulfitri ini, maka agar menyiapkan posko tanggap darurat dengan menyiagakan sejumlah alat berat untuk mengantisipasi potensi bencana longsor.

“Posko siaga ini rencananya ditempatkan di STA 43+100. Imbauan kami kepada pengguna jalan dan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu peringatan yang telah dipasang ketika melintas di ruas ini,” tutupnya.

Bagikan:
Berita Terkait