BREAKING NEWS: ABK Hilang 12 Hari Akhirnya Ditemukan Mengapung di Sungai Sesayap

Selasa, 31 Maret 2026

TANA TIDUNG – Misteri hilangnya seorang anak buah kapal (ABK) speed boat akhirnya terjawab tragis. Setelah 12 hari pencarian, jasad Firman (25) ditemukan mengapung di perairan Sungai Sesayap, tepatnya di sekitar Pulau Tempudus, Kabupaten Tana Tidung, Selasa (31/3/2026) pagi.

Kapolres Tana Tidung AKBP Eko Nugroho Melalui Humas Brigpol Harfan Adi Santoso Korban diketahui merupakan ABK Speed Reguler SB. Habibi Express dengan rute Tarakan–KTT yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dan tenggelam di perairan tersebut.

Penemuan jasad Firman terjadi sekitar pukul 10.00 Wita oleh seorang motoris speed boat lain, Aldy, yang tengah dalam perjalanan menuju Tarakan.

Sekitar pukul 09.30 Wita, speed boat yang dikemudikan Aldy berangkat dari pelabuhan KTT menuju Tarakan. Dalam perjalanan, ia melihat benda mencurigakan mengapung di kejauhan.

Saat didekati, benda tersebut ternyata adalah jasad manusia. Setelah diperiksa lebih lanjut, jasad tersebut dipastikan merupakan Firman, ABK yang sebelumnya dilaporkan hilang 12 hari lalu.

Korban diketahui bernama Firman, Asal di Tideng Pale,. Ia merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman RT 002, Desa Tideng Pale Timur, Kabupaten Tana Tidung.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Akhmad Berakhim untuk dilakukan visum et repertum.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan akibat proses dekomposisi. Pihak rumah sakit memastikan korban telah meninggal dunia.

Setelah proses visum dan pembersihan jenazah, korban kemudian dibawa ke Masjid Al-Jihad untuk disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Desa Tideng Pale Timur.

Berdasarkan hasil identifikasi, jasad yang ditemukan cocok dengan ciri fisik serta pakaian yang dikenakan korban saat terakhir kali terlihat sebelum terjatuh dari speed boat SB. Habibi Express.

Dengan demikian, pencarian yang berlangsung selama hampir dua pekan resmi dinyatakan berakhir. Keluarga Gelar Yasinan

Saat ini, pihak keluarga tengah berduka dan akan menggelar yasinan di kediaman almarhum hingga Jumat (3/4/2026).

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi sungai, terutama bagi para awak kapal yang beraktivitas di jalur perairan yang cukup padat dan berarus kuat seperti Sungai Sesayap. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait