PUBLIKA TANJUNG SELOR – Bisnis ternak ayam kampung petelur menjadi salah satu peluang usaha yang mulai dilirik di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Tingginya permintaan telur ayam kampung di pasaran, termasuk dari warung kopi dan pelaku usaha kuliner, membuat peluang bisnis ini dinilai cukup menjanjikan.
Hal tersebut juga dirasakan Made Wahyu Rahadia, pemilik usaha kecil Borneo 79 Farm, yang telah menjalankan usaha ternak ayam kampung petelur selama kurang lebih 10 bulan.
Dari pengalaman tersebut, Made membagikan sejumlah tips bagi masyarakat yang ingin memulai usaha ayam kampung petelur, khususnya agar dapat menekan biaya dan mempercepat balik modal.
Menurut Made, pemula sebaiknya tidak terburu-buru memelihara ayam dalam jumlah besar. Memulai dengan sekitar 50 hingga 100 ekor dinilai lebih aman untuk memahami pola pemeliharaan, kebutuhan pakan, kesehatan ayam hingga pemasaran telur.

“Mulai dari skala kecil dulu. Dari situ kita belajar menghitung biaya pakan, produksi telur dan keuntungan yang sebenarnya,” ujar Made.
Perencanaan sejak awal juga penting, mulai dari modal, target produksi, biaya operasional hingga calon pembeli telur. Pemilihan bibit menjadi salah satu faktor penting dalam usaha ayam kampung petelur.
Made menyebut beberapa jenis ayam yang dapat dipertimbangkan, seperti Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), Ayam Arab, Ayam Sentul dan Ayam Elba.
Bibit yang dipilih harus sehat, aktif, memiliki nafsu makan baik dan tidak memiliki cacat fisik. Riwayat vaksinasi juga perlu diperhatikan agar peternak mengetahui kondisi kesehatan ayam sejak awal.
Pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur. Karena itu, efisiensi pemberian pakan menjadi salah satu kunci agar usaha dapat lebih cepat balik modal.
Peternak perlu menyesuaikan kebutuhan nutrisi dengan usia ayam. Bahan seperti jagung dan dedak dapat digunakan sebagai bagian dari formulasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi ayam.
Pemberian pakan secara teratur, misalnya pagi dan sore, juga perlu diikuti dengan penggunaan tempat pakan yang tidak mudah membuat pakan tercecer.
“Yang sering tidak terasa itu pakan yang terbuang. Kalau setiap hari ada yang tercecer, dalam satu bulan jumlahnya bisa cukup besar,” jelasnya.
Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik, tetap kering dan mudah dibersihkan.Kondisi lingkungan yang tenang juga penting agar ayam tidak mudah stres.
Sistem kandang baterai dapat menjadi pilihan karena memudahkan peternak mengontrol ayam, memberikan pakan, membersihkan kandang hingga mengambil telur.
Namun, sistem semi-umbaran juga dapat diterapkan sesuai kondisi lahan dan konsep peternakan.Kebersihan kandang harus dilakukan secara rutin. Desinfeksi juga dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga biosekuriti peternakan.

Ayam yang sehat menjadi modal utama untuk mendapatkan produksi telur yang stabil.
Peternak perlu menjalankan vaksinasi sesuai program kesehatan unggas dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan.
Sejumlah penyakit seperti Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB), snot dan penyakit lainnya dapat mengganggu produktivitas bahkan menyebabkan kematian ayam.
Karena itu, peternak harus cepat mengenali perubahan kondisi ayam, seperti penurunan nafsu makan, ayam terlihat lemas, perubahan kotoran atau produksi telur yang tiba-tiba menurun.
Bagi Made, pemasaran justru harus dipikirkan sejak awal. Peternak dapat membangun jaringan dengan warung kopi, rumah makan, toko kelontong, hotel maupun konsumen rumah tangga.
Pengalaman Borneo 79 Farm menunjukkan bahwa permintaan telur ayam kampung dari warung kopi pagi di Tanjung Selor cukup menarik.
“Jangan sampai ayam sudah banyak, telur sudah banyak, tetapi kita baru mencari pasar. Sebaiknya pelanggan sudah mulai dicari sejak awal,” katanya.
Selain telur segar, peternak juga dapat meningkatkan nilai jual melalui produk olahan seperti telur asin maupun telur rebus siap saji. Ayam yang sudah memasuki masa afkir pun masih memiliki nilai ekonomi karena dapat dijual sebagai ayam konsumsi.
Pengalaman 10 Bulan Jadi Modal Evaluasi Setelah menjalankan Borneo 79 Farm selama sekitar 10 bulan, Made menilai usaha ayam kampung petelur memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Namun, ia mengingatkan bahwa keuntungan tidak hanya ditentukan oleh harga telur. Peternak harus rajin mencatat biaya pakan, jumlah produksi telur, biaya kesehatan, tingkat kematian ayam hingga harga jual.
“Menurut pengalaman Made, kuncinya ada tiga, pakan harus efisien, ayam harus sehat dan pasar harus jelas,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin mencoba usaha ayam kampung petelur dengan skala kecil.
Mulai dari jumlah ayam yang terukur, tekan pemborosan pakan, jaga kesehatan dan pastikan pasar tersedia. Dengan manajemen yang tepat, usaha kecil pun memiliki peluang untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan. (***)





