CCTV Ungkap Jeritan Anak, Ayah Diduga Bunuh 2 Anak Di Kuta

Selasa, 15 September 2026

PUBLIKA DENPASAR – Misteri tewasnya satu keluarga warga negara Australia di sebuah bungalow kawasan Legian Tengah, Kuta, Badung, Bali, mulai terungkap.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan pembunuhan dan bunuh diri tersebut saat ditemui awak media di Ruang Press Room Bid Humas Polda Bali, Selasa (15/9/2026).

Tragedi tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) dan menewaskan tiga orang dalam satu keluarga, Ketiga korban masing-masing berinisial SDJ (57) yang merupakan ayah, serta dua anaknya, ADS dan LKS, SDJ ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Sementara kedua anaknya ditemukan dalam kamar dalam posisi saling bertindih. Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV, rekaman suara dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kuat SDJ terlebih dahulu melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Kapolresta Denpasar mengungkap sejumlah temuan penting dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang anak laki-laki yang merupakan korban menjerit dari dalam kamar, Tak lama kemudian, anak perempuan terlihat sempat berlari keluar dari kamar Namun, anak tersebut kemudian diduga dikejar dan ditangkap oleh sang ayah.

Korban selanjutnya dibawa kembali ke dalam kamar, Polisi menduga setelah itu SDJ masuk ke sebuah gudang untuk mengambil tali berwarna biru, Tali tersebut kemudian diduga digunakan untuk mengakhiri hidupnya, Yang membuat penyidik semakin menguatkan dugaan tersebut, sebelum melakukan aksi gantung diri, SDJ disebut sempat mengubah arah kamera CCTV menghadap ke bawah.

Langkah tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi rekaman terhadap kejadian berikutnya, Ditemukan Tanda Kekerasan pada Leher Anak

Dari pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik korban, tim medis dan identifikasi kepolisian menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua anak, Khususnya, terdapat tanda pada bagian leher kedua korban anak.

Sementara pada tubuh SDJ, dokter menemukan sejumlah tanda biologis yang dinilai sesuai dengan kondisi kematian akibat gantung diri

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian bukti yang dianalisis penyidik bersama rekaman CCTV, rekaman suara dan keterangan saksi Di balik tragedi tersebut, polisi juga menggali kondisi kehidupan rumah tangga keluarga itu. Dari keterangan sang istri, hubungan rumah tangga pasangan tersebut disebut mulai mengalami keretakan sejak 2022.

Keduanya disebut sering terlibat cekcok Sang istri juga menyampaikan bahwa SDJ memiliki tingkat kecemasan yang sangat tinggi Bahkan, SDJ disebut pernah mencoba mengakhiri hidup sekitar satu bulan sebelum tragedi terjadi Saat itu, ia diduga mencoba bunuh diri menggunakan kabel.

Namun percobaan tersebut berhasil digagalkan oleh istrinya, Menurut keterangan yang diperoleh polisi, SDJ tidak pernah menjalani pengobatan medis terkait kondisi tersebut.

Pada 10 September 2026, beberapa hari sebelum tragedi, sang istri diketahui pulang ke rumah orang tuanya di Jakarta Tak lama berselang, tragedi mengerikan tersebut terjadi Polisi Siapkan Penghentian Penyidikan Kapolresta Denpasar mengatakan proses hukum terhadap perkara tersebut tetap dilakukan sesuai prosedur.

Namun karena orang yang diduga sebagai pelaku utama telah meninggal dunia, Polresta Denpasar bersama Satreskrim akan mengajukan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, koordinasi dengan pihak Konsulat Australia juga telah dilakukan, Polsek Kuta bersama pihak konsulat berkoordinasi terkait penanganan ketiga jenazah untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga, dalam hal ini sang istri, Pihak istri juga telah membuat surat pernyataan resmi terkait tidak dilakukannya otopsi menyeluruh terhadap ketiga jenazah.

Menurut kepolisian, keputusan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai petunjuk yang telah diperoleh, termasuk rekaman CCTV, rekaman suara, keterangan saksi serta hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi para korban.

Kapolresta Denpasar menegaskan seluruh temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memastikan rangkaian kejadian tragis yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait