Berpisah dalam Doa, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Tinggalkan Pesan Menyentuh, “Polri Bersama Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026

PUBLIKA PADANG – Ada perjumpaan, ada pula perpisahan, Namun, tidak semua perpisahan harus berakhir dengan kesedihan, Di Masjid Al Muhsinin, Rimbokaluang, Kota Padang, suasana penuh keakraban sekaligus haru terasa saat Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abady berpamitan kepada para sahabat dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di Ranah Minang.

Bukan seremoni besar Tidak pula diwarnai kemeriahan. Perpisahan itu justru berlangsung dalam suasana sederhana di rumah ibadah, diiringi silaturahmi dan doa.

Di tempat itu, Djati menyampaikan pesan yang sederhana, namun memiliki makna besar keamanan Sumatera Barat harus terus dijaga bersama.

Ia mengajak masyarakat tidak menyerahkan seluruh persoalan keamanan hanya kepada polisi.

Menurutnya, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif hanya dapat diwujudkan apabila terdapat kolaborasi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

Mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda hingga masyarakat di berbagai lapisan.

“Polri bersama masyarakat,” pesan Djati. Kalimat singkat itu menjadi salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut.

Sebab, keamanan bukan hanya tentang patroli, penegakan hukum atau keberadaan personel berseragam. Keamanan juga lahir dari kepedulian masyarakat, komunikasi yang terbangun dan kesediaan setiap orang menjaga lingkungannya.

Kini, tugas boleh berganti. Perjalanan pengabdian boleh berlanjut ke tempat lain. Namun, persaudaraan tidak harus ikut berakhir.

Di Masjid Al Muhsinin, perpisahan itu kemudian ditutup dengan doa.bDoa untuk masyarakat Sumatera Barat, Dan doa agar langkah pengabdian berikutnya senantiasa diberi kemudahan.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa seorang pejabat bisa saja meninggalkan sebuah daerah karena tugas, tetapi kenangan bersama masyarakat tidak mudah hilang begitu saja.

Berpisah dalam tugas, bertemu dalam doa, Pesan itulah yang seolah tertinggal dari pertemuan tersebut bahwa pengabdian boleh membawa seseorang pergi, tetapi silaturahmi dan persaudaraan tetap menjadi jembatan yang menghubungkan.

Dari Masjid Al Muhsinin, Djati pun meninggalkan Sumatera Barat dengan membawa perjalanan dan kenangan selama menjalankan tugas.

Sementara masyarakat yang melepasnya menyimpan satu harapan semoga di mana pun pengabdian berikutnya dijalankan, semangat “Polri bersama masyarakat” tetap menjadi bagian dari langkahnya. (Bli)

Bagikan:
Berita Terkait